RADARPAPUA - Sebanyak 44 warga yang berprofesi sebagai pendulang emas di wilayah Papua Pegunungan berhasil dievakuasi oleh TNI setelah meninggalkan Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Warga memilih keluar dari kawasan tersebut karena khawatir dengan keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diketahui tengah beraktivitas di wilayah itu.
Proses evakuasi dilakukan TNI melalui Komando Operasi TNI Habema pada Minggu (24/5). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan keselamatan masyarakat sipil yang berada di daerah rawan gangguan keamanan.
"Evakuasi ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil yang terdampak situasi gangguan keamanan di wilayah pedalaman Papua Pegunungan," kata Kepala Penerangan Koops Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Meski begitu, pihak TNI belum memaparkan secara detail bagaimana para warga tersebut dapat meninggalkan Kampung Kawe hingga akhirnya tiba di lokasi evakuasi.
Dari penjelasan Koops Habema, proses penyelamatan bermula saat 44 warga tersebut tiba di Pelabuhan Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Mereka menempuh perjalanan dari Kampung Kawe menggunakan tiga unit long boat.
Setelah sampai di pelabuhan, seluruh warga langsung mendapatkan pengamanan dari personel Koops TNI Habema bersama aparat gabungan yang telah bersiaga di lokasi.
Petugas kemudian melakukan pendataan terhadap seluruh warga, dilanjutkan pemeriksaan serta pendampingan untuk memastikan kondisi mereka aman setelah keluar dari wilayah yang dinilai rawan.
Usai proses pendampingan dilakukan, aparat juga memperketat pengamanan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan lanjutan dan menjaga situasi tetap terkendali.
"Koops TNI Habema bersama aparat terkait terus berupaya memastikan situasi keamanan tetap kondusif serta meningkatkan langkah-langkah pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan keamanan lanjutan," kata dia.
TNI memastikan seluruh warga yang telah dievakuasi kini berada dalam penanganan dan mendapat pelayanan sesuai kebutuhan.
Selain fokus pada keselamatan warga yang telah tiba di lokasi aman, Koops Habema bersama aparat terkait juga terus memperkuat koordinasi di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman di tengah situasi yang masih dipantau aparat.
Sebelumnya, aparat keamanan juga terus melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM menyusul sejumlah insiden yang terjadi di Papua Pegunungan, termasuk kasus yang menewaskan warga sipil di Yahukimo.
Hingga kini, TNI menegaskan sinergi bersama aparat terkait terus ditingkatkan agar keamanan di wilayah Papua Pegunungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat tidak terganggu. (ant)
Editor : Tina Mamangkey