RADARPAPUA - Peristiwa kebakaran melanda Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus yang berada di Kampung Pomako LS RT 03, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kebakaran tersebut menyebabkan seluruh bangunan gereja hangus terbakar karena api dengan cepat menyebar ke seluruh bagian bangunan.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako Iptu Fits Gerald M Nalohy menjelaskan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, asap tebal pertama kali terlihat muncul dari dalam gereja sebelum akhirnya disusul kobaran api yang membakar bagian atap dan dinding bangunan.
Menurut warga, api dengan cepat membesar karena kondisi angin yang bertiup cukup kencang dari arah timur.
Selain itu, sebagian besar bangunan gereja terbuat dari kayu, papan, dan anyaman bambu sehingga mudah dilalap api.
“Saksi langsung berteriak memanggil warga sekitar untuk segera datang membantu memadamkan api, namun karena api sudah membesar dan langsung membakar seluruh gedung gereja, karena bangunan sebagian besar terbuat dari bahan kayu, papan dan anyaman bambu yang mudah terbakar,” ujarnya.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara manual. Namun kondisi air laut di Kampung Pomako yang sedang surut membuat akses untuk mendapatkan air menjadi sulit sehingga proses pemadaman awal terkendala.
Dari hasil keterangan pengurus gereja, polisi menduga sumber api berasal dari lilin yang sebelumnya dinyalakan di depan altar untuk berdoa namun lupa dipadamkan.
Empat unit mobil pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api merembet lebih luas.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Sejumlah fasilitas dan perlengkapan gereja ikut terbakar, mulai dari bangunan utama gereja, meja altar, kursi ibadah, buku-buku lagu, hingga perlengkapan liturgi.
Warga Kampung Pomako berharap adanya bantuan dari berbagai pihak untuk membangun kembali gereja yang selama ini menjadi tempat ibadah umat Katolik setempat.
Kapolsek juga menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan sementara di lokasi mengarah pada kelalaian penggunaan lilin sebagai penyebab utama kebakaran.
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pengumpulan informasi, pemeriksaan lokasi dan keterangan dari warga serta pengurus gereja, disimpulkan bahwa penyebab utama kebakaran adalah lilin yang tidak dipadamkan dengan baik dan diletakkan di tempat yang tidak aman. (ant)
Editor : Tina Mamangkey