Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Lima Tewas, Tiga Hilang, Kini Granat Aktif Ditemukan di Lokasi Ledakan Biak

Tina Mamangkey • Senin, 1 Juni 2026 | 21:49 WIB
Tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Papua sesaat sebelum berangkat ke Biak dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (1/6/2026). (ANTARA)
Tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Papua sesaat sebelum berangkat ke Biak dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (1/6/2026). (ANTARA)

 

RADARPAPUA - Upaya penanganan pascaledakan bom yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus dilakukan. 

Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua yang turun ke lokasi menemukan satu granat aktif jenis nanas saat melakukan pemeriksaan di area kejadian pada Senin.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, saat dihubungi dari Jayapura pada Senin malam menjelaskan bahwa granat tersebut ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Demi mencegah risiko lebih lanjut, bahan peledak itu langsung dimusnahkan pada sekitar pukul 18.00 WIT.

Meski telah menemukan dan memusnahkan satu granat aktif, proses pemeriksaan di lokasi belum sepenuhnya selesai.

Tim Jibom dijadwalkan melanjutkan penyisiran dan pemeriksaan pada Selasa (2/6), mengingat tim baru tiba di Biak pada Senin sore sehingga proses pemeriksaan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area ledakan hingga proses sterilisasi selesai dilakukan. Langkah tersebut diperlukan guna menghindari kemungkinan adanya bahan peledak lain yang masih tertinggal di lokasi.

"Karena masih menunggu pembersihan yang dilakukan tim Jibom Gegana maka olah TKP juga belum dilakukan," katanya.

Ia menegaskan bahwa penyidik kepolisian belum dapat melakukan olah tempat kejadian perkara karena masih menunggu hasil penyisiran dari tim penjinak bom.

"Penyidik belum melakukan olah TKP karena masih menunggu tim Jibom melakukan sterilisasi kawasan itu dan menyatakan bebas dari bahan peledak," katanya.


Insiden ledakan yang terjadi sebelumnya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan yang cukup besar. Sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan tersebut.

Mereka adalah Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).

Selain menyebabkan lima korban meninggal, ledakan itu juga mengakibatkan tiga orang masih dinyatakan hilang.

Sebanyak 19 orang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Dampak ledakan juga dirasakan oleh warga sekitar. Sedikitnya sembilan rumah mengalami kerusakan.

Rumah-rumah tersebut dihuni oleh 10 kepala keluarga dengan total 55 jiwa yang terdampak langsung oleh peristiwa tersebut.

Saat ini, seluruh warga yang terdampak masih berada di lokasi pengungsian sementara yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus melakukan penanganan dan pemantauan kondisi para pengungsi.

Diketahui, ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II itu terjadi di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.

Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan dan sterilisasi area guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa di lokasi kejadian. (antara)

Editor : Tina Mamangkey
#ledakan bom #peninggalan perang dunia #granat #kapolres biak numfor #biak numfor