Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jumlah Korban Jiwa Ledakan Bom di Biak Bertambah Jadi Enam, Tiga Orang Masih Hilang

Tina Mamangkey • Selasa, 2 Juni 2026 | 20:21 WIB
Mina Puadi (51 th) warga Biak, yang terluka akibat ledakan bom peninggalan PD II, Selasa dini hari (2/6) meninggal di RSUD Biak. (Antara)
Mina Puadi (51 th) warga Biak, yang terluka akibat ledakan bom peninggalan PD II, Selasa dini hari (2/6) meninggal di RSUD Biak. (Antara)

 

RADARPAPUA - Tragedi ledakan bom yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, kembali memakan korban jiwa.

Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden yang terjadi pada Minggu (31/5) itu kini bertambah menjadi enam orang setelah satu korban yang sebelumnya mengalami luka-luka dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito mengungkapkan bahwa korban terbaru yang meninggal dunia bernama Mina Puadi (51).

Korban sebelumnya sempat mengalami luka ringan akibat ledakan tersebut.
Menurut laporan yang diterima, kondisi Mina Puadi sempat memburuk setelah mengeluhkan gangguan kesehatan pascakejadian.

Tim medis di RSUD Biak kemudian melakukan pemeriksaan intensif dan memutuskan untuk merawatnya secara inap.

Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa dini hari.

"Dengan meninggalnya Mina maka saat ini tercatat enam orang yang menjadi korban ledakan bom peninggalan perang dunia II di Biak, Minggu (31/5)," kata Cahyo Sukarnito di Jayapura, Selasa.

Sebelum Mina Puadi meninggal dunia, lima korban lainnya yang telah lebih dahulu dinyatakan tewas adalah Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).

Selain korban meninggal dunia, ledakan tersebut juga menyebabkan banyak warga mengalami luka-luka.

Berdasarkan data yang diterima kepolisian, terdapat 19 orang yang menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut, termasuk Mina Puadi sebelum akhirnya meninggal dunia.

 

Ledakan terjadi di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, insiden itu juga menyebabkan tiga orang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Ketiga warga yang belum ditemukan tersebut adalah Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27).

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap ketiganya.

Namun, proses pencarian saat ini difokuskan di area pinggir pantai atau bagian luar lokasi ledakan karena titik utama kejadian masih belum dapat diakses sepenuhnya.

Kondisi tempat kejadian perkara (TKP) masih dalam proses pengamanan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Papua.

Sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak berbahaya yang dapat mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi.

"Setelah dinyatakan aman, tim labfor Polda Papua akan melakukan olah TKP," kata Cahyo.

Hingga kini, aparat keamanan bersama tim terkait masih terus melakukan penanganan di lokasi sambil menunggu proses sterilisasi selesai.

Sementara itu, upaya pencarian korban hilang tetap dilakukan guna memastikan seluruh korban dalam tragedi ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II tersebut dapat ditemukan. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#ledakan bom #peninggalan perang dunia #biak numfor #Bom #Korban