Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Soroti Tantangan Geografis, Anggota DPR Yan Mandenas Minta Kepala BGN Baru Benahi MBG di Papua

Tina Mamangkey • Kamis, 4 Juni 2026 | 06:33 WIB
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan P Mandenas saat meninjau pelaksanaan MBG di Wamena, Papua Pegunungan pada Kamis (30/4). (Antara)
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan P Mandenas saat meninjau pelaksanaan MBG di Wamena, Papua Pegunungan pada Kamis (30/4). (Antara)

 

RADARAPAPUA - Perubahan kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis tersendiri. 

Harapan tersebut disampaikan Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P Mandenas, yang meminta jajaran pimpinan baru BGN memberikan perhatian khusus terhadap efektivitas dan kualitas program tersebut.

Menurut Yan, program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Karena itu, pelaksanaannya harus terus dievaluasi dan diperbaiki agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya para peserta didik yang menjadi sasaran utama program.

"Pergantian pimpinan BGN yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari upaya evaluasi untuk memastikan program strategis nasional berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat," katanya di Jayapura, Rabu (3/6).

Ia menilai keputusan pemerintah melakukan pergantian pimpinan menunjukkan adanya keseriusan dalam menindaklanjuti berbagai masukan yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, langkah tersebut juga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap hasil pengawasan yang selama ini dilakukan DPR RI terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Menurut Yan Mandenas, keberhasilan program MBG sangat penting karena berkaitan langsung dengan upaya peningkatan gizi anak-anak Indonesia.

Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembentukan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

"Program MBG memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan gizi peserta didik sekaligus menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Karena itu, ia berharap kepemimpinan baru di BGN dapat lebih fokus melakukan pembenahan di berbagai aspek pelaksanaan program.

Mulai dari perencanaan menu makanan yang bergizi dan seimbang, proses pengolahan yang memenuhi standar kualitas, hingga sistem distribusi yang mampu menjangkau seluruh sekolah penerima manfaat secara tepat waktu.

Menurutnya, kualitas layanan harus menjadi perhatian utama agar tujuan program benar-benar tercapai dan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para siswa di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua.

Yan juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Papua.

Kondisi geografis yang berbeda dengan banyak wilayah lain di Indonesia membuat distribusi dan pengelolaan program memerlukan strategi yang lebih efektif dan tepat sasaran.

"Tantangan pelaksanaan MBG di Papua, khususnya di daerah terpencil membutuhkan perhatian serius mengingat kondisi geografis yang berbeda dengan daerah lain sehingga memerlukan pengelolaan yang efektif dan tepat sasaran," katanya.

Selain peningkatan kualitas layanan, Yan Mandenas juga mendorong agar program MBG mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di masing-masing daerah sebagai bagian dari rantai pasok program tersebut.

Dengan melibatkan produk pangan lokal, program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di daerah.

"Kami berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap kepemimpinan BGN dapat menjadi momentum perbaikan sehingga pelaksanaan MBG di Tanah Papua semakin berkualitas, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik maupun masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional. Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala BGN terhitung mulai 2 Juni 2026.

Sebagai penggantinya, pemerintah menunjuk Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia, termasuk di Papua, sehingga tujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda dapat tercapai secara lebih optimal. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#wilayah Papua #BGN #Yan P Mandenas #Mbg