Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tak Lagi Basah-basahan Menyeberang Sungai, Warga Kimi Segera Nikmati Jembatan Baru

Tina Mamangkey • Jumat, 5 Juni 2026 | 06:42 WIB
Danrem 173/Praja Vira Braja (PVB) Brigjen TNI Vivin Alivianto bersama Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari (baju hijau) saat melakukan peletakan batu pertama jembatan Garuda di Kampung Kimi, Nabire, Kamis (4/6/2026). (Antara/Ali Nur Ichsan)
Danrem 173/Praja Vira Braja (PVB) Brigjen TNI Vivin Alivianto bersama Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari (baju hijau) saat melakukan peletakan batu pertama jembatan Garuda di Kampung Kimi, Nabire, Kamis (4/6/2026). (Antara/Ali Nur Ichsan)

 

RADARPAPUA - Upaya meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas masyarakat di wilayah pedalaman terus dilakukan oleh TNI. 

Kali ini, Kodim 1705/Nabire membangun Jembatan Garuda ketiga di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sebagai sarana yang diharapkan mampu memudahkan mobilitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI dalam membantu mengatasi keterbatasan infrastruktur yang masih dihadapi sejumlah wilayah di Papua Tengah.

Kehadiran jembatan baru ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan saat melintasi sungai untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto menjelaskan bahwa Jembatan Garuda yang saat ini dibangun di Kampung Kimi merupakan jembatan ketiga yang dikerjakan TNI di Kabupaten Nabire.

Sebelumnya, program serupa telah direalisasikan di wilayah Waroki dan Girimulyo sebagai bagian dari upaya memperkuat akses transportasi masyarakat di berbagai kampung.

"Jembatan Garuda sudah dibangun tiga di Nabire, yakni di Waroki, Girimulyo dan saat ini di Kampung Kimi," katanya.

Menurut Dwi Palwanto, Jembatan Garuda menggunakan konstruksi model Armco yang terbuat dari pipa baja bergelombang.

Material jembatan tersebut dirakit terlebih dahulu di Jakarta sebelum dikirim ke Papua Tengah untuk dipasang di lokasi pembangunan.

Model konstruksi ini dinilai lebih praktis dan efisien karena proses pemasangannya relatif lebih cepat dibandingkan pembangunan jembatan berbahan beton. Selain itu, seluruh material yang dibutuhkan telah tersedia sehingga pekerjaan dapat berjalan lebih lancar.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu 35 hari. Namun, pihaknya optimistis proses pengerjaan dapat rampung lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.

Hal tersebut didukung oleh ketersediaan material yang lengkap serta keterlibatan langsung masyarakat setempat dalam proses pembangunan.

"Pengerjaan dilakukan bersama antara prajurit TNI dan masyarakat Kampung Kimi. Kami berharap bisa selesai lebih cepat dari target yang ditetapkan," ujarnya.

Selain berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, Jembatan Garuda juga menjadi simbol kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membangun fasilitas yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Rencananya, peresmian Jembatan Garuda yang dibangun di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Nabire, akan dilaksanakan secara serentak pada Agustus 2026. Meski demikian, jembatan tersebut dapat digunakan lebih dahulu setelah dinyatakan layak dan aman untuk dilintasi.

Sementara itu, Komandan Korem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI Vivin Alivianto mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk nyata kehadiran TNI dalam membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.

Menurutnya, apabila pemerintah daerah berfokus pada pembangunan infrastruktur berskala besar, maka TNI berupaya mengisi kebutuhan pembangunan fasilitas yang lebih kecil tetapi memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat.

"Kami ingin masyarakat di kampung-kampung juga merasakan manfaat pembangunan infrastruktur sehingga akses dan kegiatan ekonomi mereka menjadi lebih baik," katanya.

Ia menilai jembatan-jembatan kecil seperti ini sering kali luput dari perhatian, padahal keberadaannya sangat penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari warga, mulai dari transportasi, pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian.

Karena itu, Vivin berharap masyarakat dapat ikut menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"TNI hadir untuk membantu rakyat. Kami berharap jembatan ini dapat mendorong kemajuan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Vivin.

Dukungan terhadap pembangunan Jembatan Garuda juga datang dari Pemerintah Kabupaten Nabire. Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari menilai kehadiran jembatan tersebut akan memberikan perubahan besar bagi kehidupan masyarakat Kampung Kimi.

Selama ini, warga harus menyeberangi sungai untuk menjalankan berbagai aktivitas, termasuk pergi ke sekolah maupun membawa hasil kebun untuk dijual ke kota. Kondisi tersebut menjadi semakin sulit ketika musim hujan tiba dan debit air sungai meningkat.

Menurut Burhanuddin, tidak jarang anak-anak sekolah maupun warga harus melepas sepatu dan pakaian mereka sebelum menyeberangi sungai agar dapat melanjutkan perjalanan.

"Dengan adanya jembatan ini tentu sangat membantu masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi karena hasil kebun lebih mudah diangkut ke kota," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI yang turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Nabire.

Menurutnya, selama ini pembangunan jalan dan jembatan umumnya bergantung pada program pemerintah daerah, sehingga keterlibatan TNI memberikan dukungan yang sangat berarti bagi masyarakat.

"Kami berharap TNI terus melaksanakan kegiatan seperti ini karena sangat membantu masyarakat dan pemerintah daerah," ujarnya.

Dengan pembangunan Jembatan Garuda di Kampung Kimi, diharapkan akses transportasi warga menjadi lebih aman, cepat, dan nyaman.

Kehadiran jembatan tersebut juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, mendukung aktivitas pendidikan, serta menjadi pendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat di wilayah Distrik Teluk Kimi dan sekitarnya. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#Kabupaten Nabire #jembatan garuda #TNI