Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tragis! Aktivitas Mencari Kelapa Hutan Berakhir Petaka, Satu Warga Tewas dalam Ledakan

Tina Mamangkey • Senin, 8 Juni 2026 | 07:38 WIB
Ilustrasi ledakan. (Antara)
Ilustrasi ledakan. (Antara)

 

RADARPAPUA - Peristiwa tragis terjadi di Kampung Toemalo, Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, pada Minggu (7/6). Sebuah ledakan yang terjadi di wilayah tersebut mengakibatkan seorang warga sipil meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Endite Wea, seorang pemuda berusia 18 tahun yang berasal dari Kampung Mbu. Ia meninggal dunia setelah terdampak ledakan yang terjadi di area sekitar kampung tersebut.

Menyusul kejadian itu, Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. TNI juga menyatakan akan terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak akibat insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, ledakan terjadi ketika sekelompok warga dari Kampung Toemalo, Kampung Mbu, dan Kampung Wunabunggu sedang melakukan aktivitas mencari serta membakar kelapa hutan di sekitar lokasi yang sebelumnya diketahui sebagai bekas markas TPNPB-OPM Kodap XII/Lanny Jaya.

”Informasi awal mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh warga setempat, Bapak Oga Kiwo, kepada Personel yang berjaga di Pos Keamanan,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna kepada awak media.

Setelah menerima laporan tersebut, personel dari pos terdekat segera menuju lokasi untuk melakukan observasi, membantu masyarakat, serta mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi guna mengetahui penyebab pasti ledakan.

Dalam proses pendalaman, aparat juga memastikan kronologi kejadian dan kondisi di sekitar lokasi guna mencegah terjadinya insiden serupa yang dapat membahayakan warga lainnya.

Letkol Wirya menegaskan bahwa TNI tidak terlibat dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, personel Satgas Koops TNI Habema justru hadir untuk membantu masyarakat, melakukan mediasi, serta memberikan penjelasan kepada warga bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

”Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, dipastikan bahwa tidak ada aktivitas personel TNI di lokasi kejadian maupun di sekitar area saat ledakan terjadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lokasi ledakan berada di kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai bekas markas TPNPB-OPM Kodap XII/Lanny Jaya yang dipimpin oleh Purom Okiman Wenda.

Dari hasil pengamatan awal terhadap kondisi lokasi dan karakteristik ledakan, terdapat dugaan bahwa sumber ledakan berasal dari sisa bahan peledak atau amunisi yang masih tertinggal di kawasan tersebut.

”Kami turut prihatin atas insiden ini yang menyebabkan satu warga meninggal dunia. Sebagai langkah pencegahan kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area bekas markas kelompok bersenjata OPM yang kemungkinan masih menyimpan sisa bahan peledak berbahaya,” terang Wirya.

Hingga kini, personel Satgas Koops TNI Habema bersama masyarakat masih terus melakukan pemantauan dan pendalaman di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya sisa bahan peledak atau benda berbahaya lain yang masih berada di area tersebut. 

 

Editor : Tina Mamangkey
#Koops TNI Habema #korban ledakan #Papua Pegunungan #ledakan