Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Ledakan Mobil di SPBU Nabire, CCTV dan Barang Bukti Kini Ditelusuri Polisi

Tina Mamangkey • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:31 WIB
Polres Nabire memasang garis polisi terhadap mobil yang meledak saat mengisi BBM di SPBU Oyehe, Nabire, Senin (8/6/2026). (Antara/Ali Nur Ichsan)
Polres Nabire memasang garis polisi terhadap mobil yang meledak saat mengisi BBM di SPBU Oyehe, Nabire, Senin (8/6/2026). (Antara/Ali Nur Ichsan)

 

RADARPAPUA - Insiden mengejutkan terjadi di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi PA 1884 KE dilaporkan meledak saat sedang melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Oyehe pada Senin sore.

Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian aparat kepolisian dan pihak Pertamina. Selain menyelidiki penyebab ledakan, petugas juga mendalami dugaan adanya praktik penimbunan BBM setelah ditemukan sejumlah barang bukti di dalam kendaraan yang mengalami ledakan.

Kasat Reskrim Polres Nabire Iptu Bogi Transtanto mengatakan pihaknya telah bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan pengemudi kendaraan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi guna mendukung proses penyelidikan,” ujarnya.

Menurut Bogi, seluruh fakta yang berkaitan dengan penyebab ledakan masih terus didalami oleh penyidik. Karena itu, masyarakat diminta menunggu hasil resmi dari proses investigasi yang saat ini sedang berlangsung.

Sebagai bagian dari penyelidikan, operasional SPBU Oyehe untuk sementara waktu dihentikan. Langkah tersebut dilakukan guna mempermudah pemeriksaan serta memastikan seluruh aspek yang berkaitan dengan insiden dapat ditelusuri secara menyeluruh.

“Seluruh fakta terkait penyebab ledakan masih dalam tahap pendalaman sehingga kita imbau seluruh masyarakat dapat menunggu hasil resmi penyelidikan aparat,” katanya.

Di sisi lain, Pertamina turut melakukan investigasi bersama Polres Nabire dan Polda Papua Tengah untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang terjadi saat proses pengisian BBM tersebut.

Sales Manager I Pertamina Papua Tengah Muhammad Rinaldi Suryanto membenarkan adanya insiden yang terjadi di SPBU Oyehe. Namun hingga saat ini pihaknya belum dapat menyampaikan kesimpulan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Untuk saat ini kami masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut karena proses investigasi sedang berlangsung. Jika nanti ada perkembangan mengenai proses maupun metode kejadian, akan kami sampaikan," katanya.

Rinaldi menjelaskan bahwa selama ini Pertamina secara rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara pengisian BBM yang aman, termasuk larangan penggunaan wadah yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menambahkan, berdasarkan prosedur operasional yang diterapkan, operator SPBU melakukan pengisian langsung ke tangki kendaraan. Namun sejumlah temuan di lokasi kejadian masih menjadi bagian penting dari proses investigasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah jerigen yang berada di dalam mobil yang meledak tersebut. Temuan itu kini menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk mengetahui apakah ada kaitan dengan insiden yang terjadi.

Menurut informasi yang dihimpun, terdapat 17 jerigen di dalam kendaraan. Delapan di antaranya diketahui telah terisi BBM subsidi jenis Pertalite.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan alat dan rangkaian sambungan pipa yang terhubung dengan corong pengisian BBM dan mengarah ke jerigen-jerigen yang berada di dalam kendaraan.

Meski demikian, Pertamina masih melakukan pendalaman terkait fungsi dan penggunaan seluruh peralatan yang ditemukan tersebut.

"Kami masih mendalami apakah jerigen yang ditemukan di dalam kendaraan terhubung langsung ke tangki atau berisi produk lain. Rekaman CCTV juga sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan," ujarnya.

Rekaman kamera pengawas atau CCTV dari lokasi kejadian kini menjadi salah satu bahan penting yang digunakan penyidik untuk merekonstruksi peristiwa sebelum ledakan terjadi.

Sementara itu, keberadaan belasan jerigen, alat bantu pengisian, serta sambungan pipa yang ditemukan di dalam kendaraan memunculkan dugaan adanya praktik penimbunan BBM.

Namun aparat menegaskan seluruh dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebelum proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Polisi bersama Pertamina dan Polda Papua Tengah saat ini terus mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa barang bukti, serta menganalisis hasil investigasi guna memastikan penyebab ledakan sekaligus mengungkap apakah terdapat pelanggaran hukum terkait distribusi dan penyimpanan BBM dalam kasus tersebut. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#Kabupaten Nabire #SPBU #BBM #Pertamina #ledakan