RADARPAPUA - Perkembangan terbaru terkait insiden ledakan tragis di Kabupaten Biak Numfor, Papua, menunjukkan langkah lanjutan yang dilakukan aparat keamanan untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua telah memusnahkan delapan bom peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di lokasi ledakan yang sebelumnya menewaskan enam warga dan menyebabkan tiga orang lainnya dilaporkan hilang.
Pemusnahan dilakukan setelah tim melakukan penyisiran dan pengamanan di area tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di Jalan Walter Monginsidi, Kabupaten Biak Numfor. Langkah tersebut dilakukan untuk menghilangkan potensi bahaya dari sisa-sisa bahan peledak yang masih ditemukan di lokasi.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan delapan bom peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian telah berhasil dimusnahkan oleh tim Jibom Gegana Brimob Polda Papua.
Menurutnya, proses disposal atau pemusnahan bom dilaksanakan pada Senin (8/6) di lapangan tembak Kompi 4 Yon A Pelopor di Biak. Seluruh prosedur pengamanan dilakukan secara ketat guna memastikan proses berjalan tanpa kendala.
"Pemusnahan bom peninggalan PD II dilakukan Senin (8/6) di lapangan tembak Kompi 4 Yon A Pelopor di Biak. Seluruh bom peninggalan PD II yang ditemukan di TKP sudah dimusnahkan atau disposal dan pemusnahan berlangsung aman," kata Ari Trestiawan yang dihubungi dari Jayapura.
Pemusnahan bom tersebut merupakan bagian dari upaya aparat dalam menangani dampak ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan menyita perhatian masyarakat karena diduga berkaitan dengan bahan peledak peninggalan masa perang yang masih tersimpan di wilayah tersebut.
Selain melakukan pemusnahan barang bukti berupa bom, aparat juga telah menyelesaikan proses penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengamanan yang dilakukan, lokasi ledakan kini dinyatakan aman dari ancaman bahan peledak lainnya.
Kapolres Biak Numfor menjelaskan bahwa pencarian terhadap tiga warga yang sebelumnya dilaporkan hilang juga telah dihentikan. Sementara itu, area tempat kejadian perkara telah dinyatakan steril setelah tim memastikan tidak ada lagi bahan peledak berbahaya yang tersisa di lokasi.
Meski demikian, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap berbagai aspek yang berkaitan dengan insiden tersebut. Polisi saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik guna memperoleh kepastian mengenai identitas korban maupun jenis bahan peledak yang menyebabkan ledakan.
AKBP Ari Trestiawan mengatakan sampel yang diperlukan telah dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri di Jakarta untuk menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan tersebut mencakup uji DNA guna membantu proses identifikasi serta analisis terhadap jenis bahan bom yang meledak pada akhir Mei lalu.
"Mudah-mudahan hasil pemeriksaan DNA dapat segera diterima, sehingga pihaknya dapat menginformasikannya kepada keluarga korban," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban sekaligus membantu aparat dalam melengkapi proses penyelidikan terkait peristiwa ledakan yang mengguncang Kabupaten Biak Numfor tersebut. (ant)
Editor : Tina Mamangkey