Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Lolos PTN! 51 Siswa Adem Papua di Jatim Buktikan Daya Saing Tinggi

Tina Mamangkey • Rabu, 10 Juni 2026 | 19:51 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua. (Antara/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua. (Antara/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)

 

RADARPAPUA - Prestasi membanggakan datang dari peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) Papua dan Adem Repatriasi yang menempuh pendidikan di Jawa Timur. 

Sebanyak 51 siswa berhasil diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) pada tahun ajaran 2026/2027 melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program Adem tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membentuk generasi muda Papua yang unggul dan siap bersaing.

“Alhamdulillah, capaian ini sangat membanggakan. Program Adem bukan hanya membuka akses pendidikan yang berkualitas, tetapi juga berhasil melahirkan generasi Papua yang berprestasi, tangguh, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, dari total 51 peserta yang lolos, sebanyak 26 siswa diterima melalui jalur SNBP, sementara 25 lainnya melalui jalur SNBT.

Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur terus berkomitmen menjadi ruang belajar yang inklusif bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.

Menurutnya, kesempatan pendidikan yang setara menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

“Jawa Timur selalu terbuka menjadi rumah belajar bagi anak-anak bangsa dari berbagai daerah. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, bermutu, dan berkarakter,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa selama menempuh pendidikan di Jawa Timur, para peserta Adem tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman hidup yang memperkaya wawasan sosial, seperti keberagaman, toleransi, dan semangat persatuan.

“Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan membangun Papua dan Indonesia. Teruslah belajar, jangan pernah menyerah, dan jadilah generasi yang mampu membawa kemajuan bagi daerah asal maupun bangsa Indonesia,” ujarnya.

Tahun ajaran 2026/2027 ini, kuota Program Adem Papua di Jawa Timur juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya 145 peserta menjadi 152 peserta didik.

Pemerintah provinsi menilai peningkatan kuota ini sebagai bentuk komitmen dalam pemerataan pendidikan nasional.

“Ini merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Semakin banyak anak Papua yang memperoleh kesempatan belajar di Jawa Timur, semakin besar pula kontribusi yang dapat kita berikan dalam mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai juga memberikan apresiasi atas capaian para siswa tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras siswa serta dukungan banyak pihak.

“Saya sangat bangga dengan capaian murid-murid Adem Papua. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para murid, dukungan orang tua angkat, serta dedikasi para guru dan tenaga pendidik yang selama ini mendampingi mereka,” ujarnya.

Saat ini, tercatat ada 440 peserta didik Adem Papua yang tersebar di berbagai SMA dan SMK di Jawa Timur. Mereka terdiri dari 145 siswa kelas X, 160 siswa kelas XI, dan 135 siswa kelas XII yang telah dinyatakan lulus pada 5 Mei 2026.

Dari para lulusan tersebut, 127 siswa telah kembali ke daerah asal di berbagai wilayah Papua. Sementara itu, delapan siswa lainnya lebih dulu pulang untuk mengikuti seleksi masuk TNI, Polri, serta sekolah kedinasan.

Salah satu peserta Adem, Yazinta Kaipman dari SMA Negeri 1 Kejayan, Pasuruan, turut membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Jawa Timur.

Ia mengaku mendapatkan banyak dukungan dan merasa diterima dengan baik di lingkungan barunya.

“Kami sebagai anak Papua tidak merasa sendirian di sini. Kami disambut dengan sangat baik, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” katanya.

Editor : Tina Mamangkey
#seleksi #jawa timur #khofifah indar parawansa #Siswa Papua #PTN