RADARPAPUA - Isu dugaan penculikan terhadap Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Sinta belakangan ramai diperbincangkan publik.
Menanggapi hal tersebut, TNI dengan tegas membantah keterlibatan dalam peristiwa yang dituduhkan tersebut.
Pernyataan resmi disampaikan oleh Panglima Komando XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia yang menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
"Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan," kata Mayjen Frits dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tudingan tersebut sebenarnya sudah dapat dipatahkan oleh keterangan dari Mama Yasinta sendiri.
Dalam pengakuannya, Mama Sinta tidak pernah merasa menjadi korban penculikan maupun mengalami intimidasi dari pihak mana pun.
"Yang mengalami itu Mama Yasinta. Dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat," kata Frits menerangkan.
Menurutnya, isu ini berkembang cepat di ruang publik karena kurangnya proses klarifikasi langsung kepada pihak TNI sebelum informasi tersebut menyebar luas.
Akibatnya, muncul berbagai spekulasi yang dinilai tidak berimbang dan cenderung menyudutkan institusi.
"Kalau tidak ada yang bertanya langsung atau mengonfirmasi, lalu muncul asumsi seolah-olah TNI terlibat, ini yang harus diluruskan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, terutama di media sosial, agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Dengan penegasan tersebut, Frits berharap isu yang berkembang tidak semakin meluas menjadi disinformasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua Selatan. (ant)
Editor : Tina Mamangkey