RADARPAPUA - Upaya pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, kembali diperketat melalui inspeksi mendadak yang dilakukan lintas instansi.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menemukan lima kendaraan yang diduga tidak sesuai ketentuan dalam pembelian BBM subsidi.
Sidak tersebut digelar di tiga SPBU wilayah Merauke dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Kegiatan ini bertujuan memastikan penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran serta mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pengawasan distribusi energi bersubsidi.
"Sidak lintas sektoral di tiga SPBU ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam memastikan penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran serta mencegah praktik penyalahgunaan di lapangan seperti penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan maupun kendaraan dengan tangki yang dimodifikasi," katanya.
Dalam pelaksanaannya, sidak ini turut melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merauke, Dinas ESDM Provinsi Papua Selatan, Satlantas Polres Merauke, Satreskrim Polres Merauke, Satpol PP Kabupaten Merauke, serta Hiswana Migas DPC Papua Selatan.
Dari hasil pemeriksaan, tim gabungan mendapati lima kendaraan yang terindikasi melanggar ketentuan dalam pembelian BBM bersubsidi. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh instansi terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.
Sebagai langkah pencegahan, Pertamina kemudian melakukan pemblokiran barcode terhadap kelima kendaraan tersebut guna menghindari potensi penyalahgunaan di masa mendatang.
Pertamina juga menegaskan bahwa penanganan lebih lanjut diserahkan kepada instansi berwenang. Di sisi lain, perusahaan mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pengawasan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
Selain pengawasan langsung, Pertamina terus memperkuat sistem distribusi melalui digitalisasi SPBU dan implementasi Program Subsidi Tepat. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi serta mengurangi celah penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Perusahaan juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang terbukti melanggar aturan dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Sebelumnya, sidak di tiga SPBU di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang melibatkan berbagai instansi terkait ini dilakukan pada Selasa (16/6) sebagai bagian dari pengawasan rutin untuk menjaga ketepatan distribusi energi di wilayah tersebut. (ant)
Editor : Tina Mamangkey