RADARPAPUA - Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menghadirkan program insentif bagi pemilik kendaraan berpelat luar daerah.
Program ini memberikan keringanan hingga 30 persen sebagai upaya mendorong masyarakat melakukan mutasi dan balik nama kendaraan ke wilayah Papua.
Kepala Bapenda Papua, Subhan, mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat penerimaan pendapatan asli daerah (PAD).
“Insentif ini diberikan khusus bagi kendaraan berpelat luar Papua agar segera melakukan mutasi ke wilayah Papua," katanya.
Menurut Subhan, program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh keringanan pajak sekaligus membantu menciptakan administrasi kendaraan yang lebih tertib dan akurat.
"Pemberian insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat pemilik kendaraan luar daerah untuk mendaftarkan kendaraannya di Papua, sehingga kontribusi pajak kendaraan dapat tercatat di daerah," ujarnya.
Selain memberikan potongan hingga 30 persen bagi kendaraan berpelat luar, Bapenda Papua juga menawarkan sejumlah kemudahan lainnya.
Di antaranya adalah pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor serta penghapusan denda bagi wajib pajak yang terlambat membayar pajak kendaraan.
"Kehadiran program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan daerah di tengah perubahan struktur fiskal serta peningkatan kewenangan kabupaten/kota dalam pengelolaan pajak kendaraan bermotor," katanya.
Bapenda Papua berharap masyarakat dapat segera memanfaatkan berbagai kemudahan yang telah disiapkan sebelum masa berlakunya program berakhir.
"Kebijakan ini juga diharapkan dapat memperkuat basis data kendaraan bermotor di Papua sehingga perencanaan pendapatan daerah dapat dilakukan lebih akurat dan efektif kedepan," ujar Subhan.
Melalui program ini, pemerintah daerah tidak hanya berupaya meningkatkan penerimaan pajak, tetapi juga memperkuat pendataan kendaraan bermotor agar pengelolaan dan perencanaan pendapatan daerah di Papua dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang.
Editor : Tina Mamangkey