Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Titik Panas Diprediksi Muncul di Papua Selatan, BMKG Minta Warga Siaga

Tina Mamangkey • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:23 WIB
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jayapura Sulaiman. (Antara)
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jayapura Sulaiman. (Antara)

 

RADARPAPUA - Sejumlah wilayah di Provinsi Papua Selatan diperkirakan menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan seiring berlangsungnya musim kemarau yang diprediksi masih berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura melalui Stasiun Klimatologi menjelaskan bahwa Papua Selatan telah memasuki musim kemarau sejak Mei lalu.

Kondisi tersebut semakin dipengaruhi fenomena El Nino yang menyebabkan curah hujan terus menurun.

"Diprediksi akan ada spot-spot terjadinya kebakaran hutan atau lahan di Provinsi Papua Selatan," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jayapura Sulaiman di Jayapura, Kamis.

Menurut BMKG, beberapa daerah yang berpotensi menjadi lokasi munculnya titik panas antara lain wilayah Merauke, Sota, Wanam, dan Tanah Miring di Kabupaten Merauke.

Selain itu, kawasan sekitar Kepi di Kabupaten Mappi juga diperkirakan memiliki risiko yang sama.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama saat melakukan aktivitas pembakaran sampah di sekitar rumah.

BMKG mengingatkan agar api selalu diawasi sehingga tidak menyebar dan memicu kebakaran pada lahan maupun kawasan hutan di sekitarnya.

Selain itu, warga juga diminta menggunakan air secara bijak karena musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga Desember mendatang.

Berkurangnya intensitas hujan diperkirakan akan memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah.

 

Para petani pun diharapkan mulai menyesuaikan jenis tanaman yang dibudidayakan selama musim kemarau agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan hasil panen dapat maksimal.

"Selama musim kemarau diprediksi debit air akan berkurang karena berkurangnya curah hujan," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jayapura Sulaiman.

Dengan kondisi cuaca yang lebih kering akibat berkurangnya curah hujan, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta mengelola penggunaan air secara lebih efisien selama musim kemarau berlangsung. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#Papua Selatan #BMKG #kebakaran hutan #musim kemarau