Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jangan Sampai Kecele! Ini Ketentuan Baru Pembelian BBM Subsidi di Nabire

Tina Mamangkey • Jumat, 19 Juni 2026 | 06:58 WIB
Bupati Nabire Mesak Magai dan Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari memimpin rapat koordinasi distribusi BBM subsidi dengan pihak SPBU, Pertamina dan TNI-Polri di Nabire, Papua Tengah, Kamis (18/6/2026). (Antara/Ali Nur Ichsan)
Bupati Nabire Mesak Magai dan Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari memimpin rapat koordinasi distribusi BBM subsidi dengan pihak SPBU, Pertamina dan TNI-Polri di Nabire, Papua Tengah, Kamis (18/6/2026). (Antara/Ali Nur Ichsan)

 

RADARPAPUA - Penataan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kini memasuki tahap kebijakan baru. Pemerintah daerah resmi menyiapkan sistem ganjil-genap di SPBU sebagai langkah untuk menciptakan penyaluran yang lebih tertib, merata, dan tepat sasaran.

Bupati Nabire, Mesak Magai, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi bersama guna mengurangi kepadatan antrean sekaligus meningkatkan pengawasan distribusi BBM di lapangan.

“Sistem ganjil-genap ini untuk menciptakan pemerataan distribusi sekaligus mengurangi kepadatan antrean di sejumlah SPBU di Nabire,” kata Mesak usai rapat koordinasi dengan SPBU, Pertamina, dan TNI-Polri.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini masih ditemukan sejumlah permasalahan dalam penyaluran BBM subsidi, mulai dari antrean panjang yang mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU hingga dugaan pengisian berulang oleh kendaraan tertentu yang mengarah pada praktik penimbunan.

Melalui penerapan sistem ganjil-genap, pemerintah berharap distribusi BBM dapat lebih teratur dan pengawasan di SPBU menjadi lebih mudah dilakukan. Untuk memperkuat kebijakan ini, Pemkab Nabire juga akan memasang kamera pengawas (CCTV) di beberapa SPBU.

Selain itu, Pemkab Nabire juga menetapkan aturan baru terkait kendaraan berpelat luar daerah. Kendaraan tersebut akan dilarang mengisi BBM subsidi setelah masa penyesuaian selama satu bulan yang diberikan untuk proses mutasi ke pelat Nabire.

Mesak menegaskan bahwa kebijakan ini dibuat agar subsidi energi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berdomisili dan memiliki kendaraan di wilayah Nabire.

Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan tersebut telah tertuang dalam Instruksi Bupati Nabire Nomor 100.3.4.2/903/Set tentang pengawasan, pengendalian, dan pengaturan penjualan BBM bersubsidi yang mulai berlaku sejak 5 Juni 2026.

Dalam aturan tersebut juga ditegaskan larangan pembelian BBM bersubsidi bagi kendaraan dinas ASN, TNI, Polri, kendaraan perusahaan, serta sejumlah kendaraan lain yang tidak memenuhi ketentuan pelat daerah.

Dari pihak penyedia energi, PT Pertamina Patra Niaga Papua Tengah 1 menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkab Nabire dalam menata distribusi BBM bersubsidi.

“Pertamina selalu mendukung dan mengawal kebijakan pemerintah daerah. Evaluasi terus dilakukan dan kami terus berkoordinasi dengan Pemkab Nabire,” kata Sales Branch Manager Papua Tengah 1 PT Pertamina Patra Niaga, Muh Rinaldi Suryanto.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan penyaluran BBM agar distribusi tepat sasaran.

Ia memastikan bahwa stok BBM di Kabupaten Nabire saat ini dalam kondisi aman, baik untuk jenis subsidi maupun non-subsidi. Persediaan Pertalite dan solar disebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat lebih dari tujuh hari ke depan.

Selain itu, pasokan Pertamax, Dexlite, hingga avtur juga berada dalam kondisi stabil karena pengiriman dilakukan secara rutin setiap lima hari.

"Stok BBM secara konstan terus mengalami penambahan karena pengiriman dilakukan setiap lima hari sekali," katanya.

Rinaldi juga menjelaskan bahwa konsumsi harian BBM di Nabire terdiri dari sekitar 199 kiloliter Pertalite, 47 kiloliter Pertamax, serta 572 kiloliter solar dan Dexlite yang terus disalurkan ke seluruh SPBU di wilayah tersebut.

Editor : Tina Mamangkey
#Kabupaten Nabire #SPBU #sistem ganjil-genap #Bupati NabirE #BBM Subsidi