RADARPAPUA - Memasuki tahun ajaran baru, orang tua murid di Kota Jayapura kini bisa sedikit bernapas lega.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura secara resmi melarang seluruh sekolah negeri di wilayahnya menarik biaya tambahan apa pun kepada orang tua siswa selama proses penerimaan murid baru hingga daftar ulang.
Satu-satunya biaya resmi yang diperbolehkan hanyalah Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang sudah diatur oleh ketentuan.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah ternyata telah mengucurkan anggaran khusus untuk mencukupi kebutuhan dasar para siswa, mulai dari seragam sekolah, batik, hingga pakaian olahraga.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan bahwa fasilitas tersebut sudah ditanggung oleh pemerintah.
"Karena itu pihak sekolah tidak diperkenankan lagi membebankan biaya tambahan kepada orang tua siswa," katanya saat memberikan keterangan di Jayapura, Jumat.
Wujudkan Visi Pendidikan yang Merata
Kebijakan pro-rakyat ini merupakan bagian dari visi dan misi besar pemerintah daerah dalam memajukan dunia pendidikan.
Abisai Rollo berharap, seluruh kepala sekolah dan guru dapat bersinergi untuk menyukseskan program ini dengan tidak membebani orang tua, baik saat pendaftaran ulang maupun ketika proses belajar mengajar dimulai.
"Kami mengingatkan seluruh jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan tenaga pendidik, agar menjalankan ketentuan tersebut secara konsisten demi menciptakan pelayanan pendidikan yang baik di Kota Jayapura," ujarnya.
Komitmen Berantas Pungli di Sekolah
Pemkot Jayapura berkomitmen penuh untuk menyapu bersih praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah yang kerap menguras kantong orang tua murid.
Wali Kota juga berharap manajemen sekolah bisa berjalan tertib tanpa memicu keluhan dari masyarakat.
"Kami tidak ingin ada orang tua yang datang ke Kantor Wali Kota Jayapura untuk menyampaikan keluhan terkait adanya pungutan biaya sekolah. Jalankan proses belajar mengajar dengan baik dan jangan ada pungutan apa pun selain SPP," kata Abisai Rollo.
Melalui kebijakan ketat ini, Pemkot Jayapura berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah hanya karena masalah biaya.
Akses pendidikan kini dibuka selebar-lebarnya agar kualitas dan mutu pendidikan di Kota Jayapura dapat meningkat secara merata.(ant)
Editor : Tina Mamangkey