RADARPAPUA - Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Tanah Papua melalui Program Bedah Rumah.
Pada tahun 2026, sebanyak 22.000 rumah tidak layak huni (RTLH) ditargetkan akan direnovasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat di berbagai wilayah Papua.
"Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat baik di kota maupun daerah terpencil," kata Mendagri Tito Karnavian di Jayapura, Selasa.
Menurut Tito, pelaksanaan Program Bedah Rumah akan menyasar berbagai kawasan di Tanah Papua, mulai dari daerah perbatasan, wilayah pesisir, hingga kawasan perkotaan. Pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati tempat tinggal yang layak.
Ia mencontohkan, dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu, dirinya telah meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di sejumlah lokasi berbeda.
"Pada hari Minggu (21/6) saya melihat bedah rumah di wilayah perbatasan yakni di Mosso, lalu Senin (22/6) di daerah perkotaan Tanjung Ria, sehingga ini bukti keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Mendagri Tito Karnavian.
Tito menjelaskan, perhatian pemerintah pusat terhadap sektor perumahan di Papua semakin besar karena masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah perbatasan. Oleh karena itu, pemerintah meningkatkan jumlah bantuan renovasi rumah secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Target untuk seluruh Papua meningkat sangat signifikan. Kalau sebelumnya hanya sekitar 1.600 unit, sekarang menjadi sekitar 22.000 rumah yang akan dibedah pada 2026," kata Mendagri.
Selain menjalankan Program Bedah Rumah reguler, pemerintah juga mengembangkan program khusus untuk memperbaiki rumah-rumah yang berada di kawasan perbatasan. Program tersebut menjadi bagian dari target nasional yang mencakup pembangunan dan renovasi sebanyak 150.000 rumah di wilayah perbatasan, mulai dari Sabang hingga Merauke.
"Kami ingin masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan maupun perkotaan memperoleh hunian yang lebih layak, sehat, dan aman," ujar Mendagri Tito Karnavian.
Pemerintah berharap Program Bedah Rumah tidak hanya mampu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Tanah Papua, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata, sehat, nyaman, serta mendukung kualitas hidup warga di seluruh wilayah Tanah Papua. (ant)
Editor : Tina Mamangkey