RADARPAPUA - Pemerintah pusat terus mendorong pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia, termasuk di Papua Pegunungan. Salah satu langkah yang diharapkan dapat segera terwujud adalah pembangunan Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat sebagai upaya mencetak generasi muda yang lebih kompetitif sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Abdul Malik Sadat Idris, mengatakan sejumlah program prioritas nasional perlu segera diusulkan oleh pemerintah daerah agar dapat direalisasikan di Papua Pegunungan.
Menurutnya, berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, hingga Cek Kesehatan Gratis (CKG) memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Kami tentu berharap dengan dukungan internet yang telah baik di Papua Pegunungan maka dapat mensukseskan program-program nasional yang ada instruksi presiden (Inpres) seperti MBG, revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda dan CKG serta digitalisasi pendidikan bisa segera diusulkan dan didaftarkan sehingga terbangun di sini untuk membantu meningkatkan SDM generasi muda Papua Pegunungan," katanya di Wamena, Selasa.
Abdul Malik menjelaskan, keberhasilan pembangunan di Papua Pegunungan sangat bergantung pada kesiapan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dalam memanfaatkan berbagai program nasional yang telah disiapkan pemerintah pusat. Menurutnya, apabila peluang tersebut segera ditindaklanjuti, pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat dapat dipercepat.
Selain sektor pendidikan, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan program Koperasi Desa (Kopdes) sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan di Papua Pegunungan.
"Program nasional lainnya seperti Koperasi Desa (Kopdes) bisa segera ditindak lanjuti supaya dapat membantu menurunkan angka kemiskinan di Papua Pegunungan. Program nasional itu harus ditanggapi baik supaya ada dukungan dana dari pusat ke daerah," ujarnya.
Ia menerangkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama gratis yang diselenggarakan pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka memperoleh akses pendidikan yang lebih baik dan mampu memutus rantai kemiskinan.
Sementara itu, Sekolah Unggul Garuda dirancang sebagai sekolah menengah atas unggulan yang berfokus pada pengembangan potensi akademik siswa, khususnya di bidang sains dan teknologi, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Intinya adalah Sekolah Rakyat fokus pada aksesibilitas dan karakter, sedangkan sekolah unggul fokus pada daya saing global itu perlu ada segara di Papua Pegunungan supaya anak-anak di sini memiliki masa depan yang lebih baik," katanya.
Selain pembangunan di sektor pendidikan, Abdul Malik juga mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan daerah melalui program swasembada pangan, energi, dan air. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Papua Pegunungan dalam jangka panjang.
Ia juga mengenang keterlibatannya dalam pembangunan daerah irigasi (DI) di Kabupaten Yahukimo dan Tolikara beberapa waktu lalu. Karena itu, ia berharap fasilitas tersebut masih berfungsi dengan baik dan terus dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut.
"Pemerintah daerah juga harus memikirkan program swasembada pangan, energi dan air untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Papua Pegunungan. Dulu saya pernah membantu program daerah irigasi atau DI di Yahukimo dan Tolikara, kami berharap program itu masih berfungsi hingga saat ini," ujarnya.
Melalui dukungan pemerintah pusat dan sinergi bersama pemerintah daerah, diharapkan berbagai program nasional tersebut dapat segera diwujudkan di Papua Pegunungan.
Kehadiran program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga ketahanan pangan diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda Papua untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Editor : Tina Mamangkey