Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kepung 26 Provinsi, BNPB Berikan Peringatan Cuaca Ekstrem

Tina Mamangkey • Kamis, 25 Juni 2026 | 06:49 WIB
Ilustrasi, Hujan lebat disertai angin kencang. (JawaPos)
Ilustrasi, Hujan lebat disertai angin kencang. (JawaPos)

 

RADARPAPUA - Pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia diminta meningkatkan kesiapsiagaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan. 

Kondisi ini diperkirakan berdampak pada puluhan provinsi dengan ancaman hujan lebat yang disertai angin kencang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah antisipasi guna mengurangi risiko banjir, longsor, maupun gangguan lainnya akibat cuaca ekstrem.

Peringatan dini tersebut berlaku hingga 26 Juni 2026 berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG, kami meminta otoritas daerah memastikan saluran drainase berfungsi baik serta mengimbau publik menghindari aktivitas di sekitar daerah aliran sungai saat hujan deras," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem meliputi Aceh, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, dan Maluku Utara.

Selain itu, potensi hujan lebat dan angin kencang juga diperkirakan terjadi di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, serta wilayah Papua yang mencakup Papua, Papua Barat, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

Menurut Abdul Muhari, pentingnya kesiapsiagaan dapat dilihat dari kejadian banjir yang sempat melanda Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Hujan deras menyebabkan Sungai Sekadau meluap hingga merendam sekitar 1.560 rumah warga dengan ketinggian air mencapai dua meter sebelum akhirnya berangsur surut.

Di sisi lain, BNPB juga mengingatkan sejumlah daerah yang mulai memasuki musim kering agar mewaspadai potensi kekurangan air bersih. Salah satunya terjadi di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang saat ini mengalami fenomena hari tanpa hujan.

"Bagi kawasan yang mulai memasuki fase kekeringan, pemerintah daerah harus mengelola pasokan air secara bijak, dan masyarakat diharapkan segera melapor ke BPBD setempat jika mengalami gangguan pemenuhan air bersih," ujarnya.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca serta meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem maupun kekeringan. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#hujan lebat #peringatan dini #BMKG #cuaca ekstem #BNPB