RADARPAPUA - Sepuluh mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Kodap IV/Sorong Raya resmi menyatakan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan yang lebih kondusif di Tanah Papua melalui pendekatan persuasif dan humanis.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, 10 mantan anggota OPM tersebut berasal dari unsur Kowip I, Batalyon Ofir, dan Batalyon Sair.
"Puji syukur hari ini kita semua menyaksikan sepuluh mantan anggota OPM mengucapkan janji setiap kepada NKRI," ujar Lucky di Manokwari, Papua Barat, Kamis.
Menurut Lucky, proses kembalinya para mantan anggota kelompok tersebut merupakan hasil pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan Kodam XVIII/Kasuari bersama pemerintah daerah serta tokoh masyarakat setempat.
Sepuluh orang yang kembali ke pangkuan NKRI terdiri atas sejumlah pimpinan dan anggota kelompok, termasuk komandan batalyon, wakil komandan, serta anggota di bawah struktur Kodap IV/Sorong Raya.
"Proses kembalinya sepuluh anggota OPM beserta keluarga mereka ke kurang lebih sebanyak 37 orang, berlangsung cukup panjang, hampir enam bulan," ujarnya.
Ia menjelaskan, para mantan anggota OPM bersama keluarga sepakat dijemput personel TNI di Pos Meyerga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, setelah Satuan Tugas (Satgas) Yonif 410/Aluguro melakukan komunikasi secara intensif.
Selanjutnya, Kodam XVIII/Kasuari berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk menyiapkan proses pembinaan, pemasyarakatan, serta pemberian layanan dasar bagi mereka dan keluarganya.
"Mereka terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan awal dan dilanjutkan pemeriksaan kesehatan di Markas Kodam Kasuari, sehingga dapat dipastikan mereka sehat," kata Lucky.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi anggota OPM lainnya agar meninggalkan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Lucky juga menegaskan bahwa pemerintah bersama aparat TNI-Polri akan memberikan pendampingan serta menjamin hak-hak para mantan anggota OPM sebagai warga negara.
"Kami memberikan jaminan keamanan sepenuhnya bagi mereka yang mau kembali ke pangkuan NKRI," ucap Lucky.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengapresiasi upaya aparat keamanan yang telah memfasilitasi kembalinya 10 mantan anggota OPM Kodap IV/Sorong Raya ke tengah masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah membuka ruang bagi seluruh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi atau ketidakpuasan terhadap pelayanan publik maupun pelaksanaan pembangunan melalui jalur yang telah disediakan.
"Kalau mereka tidak puas dengan kinerja pemerintah, bisa disampaikan melalui jalur yang sudah ditentukan. Terima kasih hari ini sudah ada sepuluh yang kembali, semoga jumlahnya terus bertambah," ucap Dominggus. (ant)
Editor : Tina Mamangkey