Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Program Genting Diperluas ke 3T Papua, Percepat Penanganan Stunting

Tina Mamangkey • Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:13 WIB
Saat meluncurkan Program Genting di Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/5). (ANTARA/Qadri Pratiwi)
Saat meluncurkan Program Genting di Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/5). (ANTARA/Qadri Pratiwi)

 

RADARPAPUA - Upaya percepatan penurunan stunting di Papua terus diperluas melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (GENTING) yang kini didorong agar menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan pentingnya perluasan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang berisiko stunting.

"Program GENTING harus terus diperluas agar semakin banyak anak dan keluarga berisiko stunting, termasuk di wilayah 3T Papua, yang mendapatkan pendampingan dan intervensi," katanya usai meluncurkan GENTING di Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/5).

Isyana menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari BUMN, BUMD, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas masyarakat.

"Oleh sebab itu melalui Genting ini , kami mengajak semua pihak untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting karena menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan satu generasi menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait menyampaikan bahwa pemerintah daerah menargetkan terbentuknya 1.600 orang tua asuh untuk pencegahan stunting sepanjang tahun 2026, dengan capaian sementara hingga Juni sebanyak 422 orang tua asuh.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari BRI yang turut terlibat dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menekan angka stunting di Papua.

"Kami mengapresiasi dukungan BRI dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Kontribusi itu memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Papua," katanya.

Menurut Christian, BRI telah memberikan pendampingan kepada 50 keluarga berisiko stunting selama tiga bulan, serta membangun tiga fasilitas jamban sehat untuk mendukung perbaikan sanitasi keluarga sasaran.

"Selain itu, BRI juga membangun tiga jamban sehat sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya peningkatan sanitasi bagi keluarga sasaran di Papua," ujarnya.

Ia berharap dukungan seperti ini dapat terus diperluas oleh BUMN dan BUMD lainnya agar cakupan program semakin luas, terutama hingga menjangkau wilayah 3T di Papua.

Christian menegaskan bahwa penurunan angka stunting membutuhkan kerja sama semua pihak karena pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menangani permasalahan tersebut.

"Oleh sebab itu ke depan pihaknya akan terus membangun kolaborasi dengan BUMN, BUMD serta instansi terkait dalam membantu menurunkan angka stunting di Papua. Kami tidak bisa kerja sendiri, sehingga membutuhkan kerja sama dari semua pihak dalam menurunkan dan pencegahan stunting di Provinsi Papua," katanya.

Editor : Tina Mamangkey
#program genting #stunting #Papua