RADARPAPUA - Masyarakat Papua Barat Daya kini memiliki kesempatan memperoleh layanan operasi katarak secara gratis melalui program yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Program ini dihadirkan untuk membantu warga mendapatkan akses layanan kesehatan mata sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang belum mampu membiayai tindakan operasi katarak.
"Ini bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat yang tidak mampu membiayai operasi katarak. Kami juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa katarak bisa ditangani dan dipulihkan melalui tindakan operasi," katanya.
Menurutnya, pemerintah berharap para pasien yang telah menjalani operasi dapat kembali beraktivitas seperti biasa, lebih percaya diri, serta memiliki produktivitas yang lebih baik sehingga berdampak positif bagi kesejahteraan keluarga.
"Kami berharap setelah operasi mereka kembali percaya diri dan produktivitasnya meningkat. Bagi pasien yang membutuhkan operasi pada kedua mata, pemerintah juga akan mengupayakan penanganan lanjutan agar penglihatannya kembali normal," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Papua Barat Daya Jan Pieter E.A. Kambu menjelaskan bahwa kegiatan operasi katarak gratis merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia mengatakan jumlah masyarakat yang mendaftar telah mencapai lebih dari 110 orang. Hingga Senin siang, sebanyak 29 pasien telah berhasil menjalani operasi, sementara pelayanan masih terus berlangsung hingga 1 Juli 2026.
"Operasi masih berjalan hari ini, besok, hingga 1 Juli. Setelah itu pasien akan menjalani observasi untuk memastikan kondisi pasca-operasi," katanya.
Program tersebut didukung oleh 10 dokter spesialis mata, yang terdiri atas tujuh dokter dari Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung serta tiga dokter spesialis mata dari Papua Barat Daya.
Jan Pieter juga mengimbau masyarakat yang mulai mengalami gejala katarak agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini.
Menurutnya, katarak umumnya terjadi akibat faktor usia, namun juga dapat dipicu oleh penyakit tertentu seperti diabetes maupun kurangnya asupan gizi yang baik.
"Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan mata dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan penglihatan, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," ujarnya.
Operasi katarak gratis tersebut dipusatkan di RSUD John Piet Wanane, Kabupaten Sorong, dan dijadwalkan berlangsung hingga 1 Juli 2026. (ant)
Editor : Tina Mamangkey