Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ditemukan di Area Sampah, Dua Granat Diduga Peninggalan Perang Langsung Dimusnahkan

Tina Mamangkey • Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB
Tim Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Papua musnahkan dua granat di Kabupaten Jayapura. (ANTARA/HO-Humas Polres Jayapura)
Tim Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Papua musnahkan dua granat di Kabupaten Jayapura. (ANTARA/HO-Humas Polres Jayapura)

 

RADARPAPUA - Dua buah granat tua yang diduga peninggalan Perang Dunia II berhasil dimusnahkan oleh tim gabungan di Kabupaten Jayapura. 

Proses penanganan dilakukan secara hati-hati karena benda tersebut masih berpotensi membahayakan meski telah berusia puluhan tahun.

Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Satbrimob Polda Papua bersama personel TNI Angkatan Udara TNI AU melaksanakan disposal atau pemusnahan terhadap dua granat jenis nanas tipe 97 yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II.

"Pemusnahan dua granat tersebut berlangsung di lokasi tempat pembuangan sampah Lanud Silas Papare, Kabupaten Jayapura pada Sabtu (27/6)," kata Kasie Humas Polres Jayapura AKP Priyono dalam keterangannya di Jayapura, Minggu.

AKP Priyono menjelaskan bahwa seluruh proses berjalan dengan aman berkat kerja sama berbagai pihak yang terlibat. 

Ia juga menegaskan bahwa penanganan dilakukan sesuai prosedur standar penjinakan bahan peledak.

Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kedua granat sudah tidak memiliki sistem pengaman, sehingga sangat berisiko jika dipindahkan dari lokasi awal penemuan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan ke dua granat tersebut sudah tidak memiliki sistem pengaman sehingga dinilai sangat berisiko apabila dipindahkan," ujarnya.

Karena kondisi tersebut, tim Jibom memutuskan untuk melakukan pemusnahan langsung di lokasi guna mencegah potensi ledakan yang bisa membahayakan personel maupun masyarakat sekitar.

"Sekitar pukul 16.30 WIT, proses disposal berhasil dilaksanakan dengan aman dan terkendali. Setelah itu, tim melanjutkan pembersihan area untuk memastikan lokasi benar-benar aman dari sisa material bahan peledak," katanya lagi.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa granat tersebut merupakan jenis nanas tipe 97 dengan berat sekitar satu kilogram, diameter kurang lebih lima sentimeter, dan panjang sekitar sepuluh sentimeter.

Benda ini diduga kuat merupakan sisa peninggalan masa Perang Dunia II.

Dua granat itu pertama kali ditemukan oleh anggota Yonko 481 Kopasgat Yonko 481 Kopasgat saat sedang membuang sampah di area pembuangan sampah Lanud Silas Papare Lanud Silas Papare.

Menyadari adanya benda mencurigakan yang diduga bahan peledak, keduanya segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang.

Laporan cepat ini memungkinkan penanganan segera oleh tim Jibom.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak atau peninggalan perang.

"Apabila menemukan benda serupa, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak Kepolisian atau TNI agar penanganan dapat dilakukan oleh personel yang memiliki keahlian khusus," katanya.

Editor : Tina Mamangkey
#Kabupaten Jayawijaya #granat #peninggalan Perang Dunia II #penjinak bom