RADARPAPUA - Sebanyak 317 pelajar asal Kabupaten Puncak, Papua Tengah, memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui Program Beasiswa Puncak Cerdas 2026.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia yang berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah di masa depan.
Bupati Puncak Elvis Tabuni mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Karena itu, generasi muda didorong untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin agar dapat kembali membangun daerahnya.
"Anak-anak harus melanjutkan ilmu setinggi-tingginya dan kembali membawa perubahan yang lebih baik bagi daerah. Target kami adalah mendorong mutu SDM Kabupaten Puncak menjadi lebih baik," katanya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Puncak bekerja sama dengan Yayasan Binterbusih untuk melakukan proses rekrutmen calon mahasiswa penerima beasiswa tahun 2026 yang akan melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut Elvis, pemerintah daerah terus menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan agar putra-putri asli Kabupaten Puncak memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Bahkan, ia memiliki target jangka panjang untuk melahirkan seribu putra-putri asli Kabupaten Puncak bergelar doktor yang nantinya kembali mengabdi dan membangun daerah.
"Saya sebagai orang tua dan kepala daerah ingin melahirkan seribu anak asli Puncak menjadi doktor-doktor yang nantinya kembali membangun Kabupaten Puncak," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga kedisiplinan, menjauhi minuman keras, serta tidak terpengaruh pergaulan negatif selama menjalani pendidikan.
Selain memberikan beasiswa, Pemkab Puncak juga akan terus memantau perkembangan seluruh mahasiswa penerima program tersebut selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner menjelaskan bahwa Program Beasiswa Puncak Cerdas 2026 diikuti oleh 428 calon mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 348 peserta mengikuti tes tertulis dan tes kesehatan.
Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 317 peserta dinyatakan lulus, terdiri atas 94 perempuan dan 223 laki-laki.
Pascalis mengatakan Program Beasiswa Puncak Cerdas merupakan bagian dari visi Pemerintah Kabupaten Puncak di bawah kepemimpinan Bupati Elvis Tabuni dalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda.
Menurutnya, keterbatasan ekonomi maupun tantangan keamanan yang dihadapi masyarakat tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pendidikan anak-anak Puncak.
"Situasi ekonomi dan keamanan boleh sulit, tetapi pendidikan tidak boleh terputus. Kami ingin melahirkan generasi muda yang kelak menjadi pemimpin dan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Puncak," katanya.
Sebagian besar penerima beasiswa akan mengikuti pembinaan selama kurang lebih satu bulan di Semarang, Jawa Tengah, di bawah pendampingan Yayasan Binterbusih sebelum melanjutkan studi di sejumlah perguruan tinggi mitra.
Beberapa di antaranya adalah Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Katolik Soegijapranata, dan Universitas PGRI Semarang.
Para mahasiswa akan menempuh berbagai program studi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Puncak, mulai dari kedokteran, pertambangan, pendidikan, keamanan siber, hingga pendidikan teologi.
Dengan program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda berkualitas yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah pada masa mendatang. (ant)
Editor : Tina Mamangkey