Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pasar Tradisional di Papua Pegunungan Bakal Bangkit, Pemprov Siapkan Langkah Revitalisasi

Tina Mamangkey • Rabu, 1 Juli 2026 | 19:23 WIB
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Papua Pegunungan Darmanto. (ANTARA/Yudhi Efendi)
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Papua Pegunungan Darmanto. (ANTARA/Yudhi Efendi)

 

RADARPAPUA - Pasar tradisional di delapan kabupaten di Papua Pegunungan menjadi fokus pembenahan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian masyarakat. 

Melalui program revitalisasi, pasar-pasar yang selama ini kurang optimal diharapkan kembali ramai, memperlancar distribusi bahan pangan, sekaligus meningkatkan daya beli warga.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Papua Pegunungan, Darmanto, di Wamena, Selasa, menjelaskan bahwa keberadaan pasar tradisional yang aktif dan tertata dengan baik menjadi salah satu faktor penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk membenahi pasar agar kembali menjadi pusat aktivitas jual beli yang diminati masyarakat.

“Menghidupkan atau merevitalisasi pasar merupakan strategi penguatan ekonomi kerakyatan dan sinkronisasi kebijakan daerah kabupaten dan provinsi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pasar tradisional,” katanya.

Menurut Darmanto, program revitalisasi pasar tradisional dibangun di atas empat komponen utama, yaitu penguatan ekonomi kerakyatan, penanganan pasar yang tidak aktif, sinkronisasi kebijakan antara pemerintah kabupaten dan provinsi, serta penerapan visi ekonomi yang inklusif.

Ia menjelaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran penting sebagai fondasi ekonomi lokal. Selain menjadi tempat aktivitas perdagangan masyarakat, pasar juga berfungsi memperkuat daya beli warga sekaligus menjadi jalur utama distribusi berbagai kebutuhan pokok.

“Berbicara mengenai pilar ekonomi kerakyatan, dimana pasar sebagai fondasi utama ekonomi lokal yang memperkuat daya beli masyarakat dan jalur distribusi bahan pokok,” ujarnya.

Selain memperkuat fungsi pasar, pemerintah juga menyoroti masih adanya sejumlah pasar yang belum berjalan optimal.

Menurutnya, berbagai kendala, baik dari sisi infrastruktur maupun tata kelola, perlu segera diidentifikasi agar tidak lagi menghambat pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.

Karena itu, pemerintah di delapan kabupaten diminta mengerahkan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

Langkah tersebut bertujuan mengetahui berbagai kebutuhan perbaikan sehingga pasar menjadi lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

“Pemerintah delapan kabupaten melalui organisasi perangkat daerah atau OPD teknis harus turun ke lapangan, melihat apa saja yang harus dibenahi di pasar tradisional supaya masyarakat sendiri dapat bersemangat berjualan, maupun pembeli yang datang karena kondisi pasarnya baik,” katanya.

Darmanto juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dalam menjalankan program revitalisasi pasar.

Koordinasi yang baik bersama OPD teknis, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dinilai dapat membuat pelaksanaan program menjadi lebih efektif sekaligus meringankan beban pembiayaan masing-masing daerah.

“Peningkatan pasar tradisional itu jangan dilakukan oleh pemerintah kabupaten sendiri, tetapi koordinasi dengan pemerintah provinsi supaya saling membantu sehingga beban daerah menjadi ringan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa revitalisasi pasar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mengarah pada terwujudnya ekosistem pasar yang modern, nyaman, memiliki daya saing, serta mampu memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, penerapan visi ekonomi yang inklusif menjadi kunci agar pasar tradisional di Papua Pegunungan dapat berkembang menjadi pusat perdagangan yang lebih produktif dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.(ant)

Editor : Tina Mamangkey
#pemprov papua pegunungan #Revitalisasi Pasar Tradisional #Darmanto #Papua Pegunungan #Pasar Tradisional