RADARPAPUA - Sebuah pesawat milik maskapai AMA dilaporkan menjadi sasaran aksi pembakaran yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih berupaya mengumpulkan informasi mengenai peristiwa tersebut, termasuk kondisi pesawat, pilot, dan seluruh penumpang yang berada di dalamnya.
Kepala Kepolisian Resor Yahukimo, Ajun Komisaris Besar Polisi Zet Salino, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan secara rinci dampak dari insiden tersebut karena lokasi kejadian sangat sulit dijangkau. Akses menuju Kampung Balinggama hanya dapat dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat.
"Hingga kini kami masih mengumpulkan data terkait insiden tersebut, termasuk rencana evakuasi terhadap para korban," kata Kapolres ketika dihubungi ANTARA.
Menurut Zet Salino, penerbangan dari Dekai yang merupakan ibu kota Kabupaten Yahukimo menuju lokasi kejadian membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Kondisi geografis yang hanya memungkinkan akses melalui udara membuat proses pengumpulan informasi berlangsung lebih lama.
"Karena itu, kami masih terus mengumpulkan informasi terkait insiden tersebut, termasuk nasib pilot dan para penumpang pesawat," kata Zet Salino.
Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, pesawat AMA yang dibakar merupakan pesawat dengan kode penerbangan PK-RCY. Pesawat tersebut dikemudikan oleh Nicholas F. Goselin, seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat.
Sebelum insiden terjadi, pesawat diketahui berangkat dari Wamena menuju Kampung Balinggama dengan membawa tujuh orang penumpang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai kondisi pilot maupun seluruh penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut.
Adapun tujuh penumpang yang berada dalam penerbangan menuju Balinggama terdiri atas Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, serta Vaince Amo Hoso.
Saat ini aparat kepolisian masih terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai insiden tersebut. Selain memastikan kondisi para korban, pihak berwenang juga tengah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk proses evakuasi mengingat lokasi kejadian berada di wilayah yang hanya dapat diakses menggunakan transportasi udara. (ant)
Editor : Tina Mamangkey