Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pemerintah Pangkas Anggaran MBG, Menkeu Sebut Nilainya Masih Bisa Lebih Rendah

Tina Mamangkey • Jumat, 3 Juli 2026 | 19:58 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (istimewa)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (istimewa)

 

RADARPAPUA - Pemerintah berencana melakukan penyesuaian besar terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara. 

Meski alokasi dana akan dipangkas, pemerintah memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut tetap akan dilanjutkan dan tidak akan dihentikan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa anggaran MBG yang sebelumnya direncanakan mencapai Rp330 triliun kini dikurangi menjadi sekitar Rp270 triliun. Bahkan, menurutnya, angka tersebut masih berpotensi kembali diturunkan apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya ruang efisiensi yang lebih besar.

"Sekarang sedang diperbaiki. Jadi kalau tadinya kita alokasikan Rp 330 triliun turun ke Rp 270 triliun, nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu. Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran," kata Purbaya dikutip melalui akun YouTube Denny Sumargo @curhatbang, Jumat (3/7).

Purbaya menegaskan bahwa pengurangan anggaran bukan berarti pemerintah mengurangi komitmen terhadap program MBG. Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan program menjadi lebih efektif dan penggunaan dana negara dapat lebih tepat sasaran.

Ia menjelaskan bahwa MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto sehingga keberlangsungannya tetap menjadi prioritas pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah memilih melakukan evaluasi dan efisiensi anggaran dibanding menghentikan program tersebut.

"Ini perintah Bapak Presiden. Gitu jadi nggak usah takut. Kalau program pertama pasti banyak bolongnya. Dulu juga yang berani datang ke MBG cuma saya kan, yang lain nggak ada yang berani. Itu pun ketika saya datang ke sana pada ribut," kata dia.

Purbaya juga mengakui bahwa pelaksanaan MBG masih menghadapi berbagai tantangan karena merupakan program yang baru dijalankan. Menurutnya, sejumlah kekurangan yang ditemukan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik pada masa mendatang.

Ia mengatakan pemerintah kini akan lebih berhati-hati dalam mengelola program tersebut, termasuk memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan pelaksanaan di lapangan.

Selain itu, koordinasi antarinstansi juga terus diperkuat. Purbaya mengungkapkan bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar proses pelaksanaan MBG dapat dipantau secara lebih ketat.

"Ini kan program MBG masih baru, pasti banyak kelemahan-kelemahan. Yang melaksanakan juga waktu mungkin masih baru juga jadi masih raba-raba. Sekarang sudah disadari dan akan diperbaiki. Kepala MBG yang baru setuju minta keuangan ikut monitor," jelasnya.

Melalui evaluasi dan efisiensi anggaran tersebut, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dengan tata kelola anggaran yang lebih efektif.

Editor : Tina Mamangkey
#Anggaran MBG #Presiden Prabowo Subianto #Menkeu #Mbg