Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

TNI Beri Peringatan Keras kepada KKB: Tinggalkan Hutan dan Letakan Senjata Atau Ditindak Tegas

Tina Mamangkey • Jumat, 3 Juli 2026 | 20:18 WIB
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto turun langsung ke Yahukimo untuk memastikan evakuasi jenazah pilot berpaspor AS yang diserang OPM berjalan dengan baik. (Kogabwilhan III)
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto turun langsung ke Yahukimo untuk memastikan evakuasi jenazah pilot berpaspor AS yang diserang OPM berjalan dengan baik. (Kogabwilhan III)

 

RADARPAPUA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). 

Mereka diminta segera menghentikan aksi kekerasan, meninggalkan hutan, dan menyerahkan senjata. TNI menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap kelompok bersenjata tersebut apabila peringatan itu tidak diindahkan.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa TPNPB-OPM harus segera mengakhiri berbagai aksi yang dinilai merugikan masyarakat dan mengancam keamanan di Papua.

”Kami ingatkan kepada seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan seluruh aksi kejahatan kemanusiaan, segera letakkan senjata dan kembali bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi,” tegas Letjen Lucky pada Jumat (3/7).

Menurut Lucky, TNI memiliki dasar hukum yang jelas dalam menjalankan tugas pengamanan. Ia menjelaskan bahwa undang-undang dan berbagai peraturan yang berlaku memberikan kewenangan kepada prajurit TNI untuk mengambil langkah tegas berdasarkan Rules of Engagement (ROE), dengan tetap mengedepankan prinsip hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dalam situasi yang mendesak, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, TNI tidak akan ragu mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan melindungi warga.

”Dan perlu digaris bawahi, TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas ketika berhadapan dalam situasi mendesak, mengingat prinsip salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi) senantiasa menjadi pedoman utama kami jika menghadapi situasi genting,” imbuhnya.

Lucky menilai pembangunan Papua tidak dapat diwujudkan apabila masih diwarnai aksi teror, intimidasi, serta kekerasan terhadap masyarakat. Menurutnya, keamanan yang kondusif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama untuk mempercepat pembangunan di Tanah Papua.

Ia juga menyoroti berbagai aksi yang selama ini dikaitkan dengan TPNPB-OPM, mulai dari intimidasi terhadap warga, perampokan, pembakaran sekolah, gereja, dan fasilitas pelayanan masyarakat, hingga kekerasan seksual, pembantaian, serta pembunuhan yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, adat, agama, dan ketuhanan.

”Yang dilakukan oleh TPNPB-OPM, sejatinya adalah musuh bersama yang harus kita lawan dan kita hentikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lucky menegaskan bahwa Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta membangun Papua yang damai, bermartabat, dan sejahtera.

Menurutnya, semangat persatuan, kejujuran, kasih, dan gotong royong menjadi kunci dalam mewujudkan masa depan Papua yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Letjen Lucky setelah terjadinya insiden pembakaran pesawat sipil milik PT AMA Air di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Dalam peristiwa itu, seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS) meninggal dunia setelah ditembak oleh TPNPB-OPM. Insiden tersebut kembali memicu perhatian terhadap situasi keamanan di wilayah Papua dan mendorong TNI untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas serta melindungi masyarakat. 

Editor : Tina Mamangkey
#pilot ditembak kkb #TPNPB-OPM #TNI #Pesawat dibakar #KKB