RADARPAPUA - Warga yang mengungsi akibat konflik di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, mendapat bantuan kemanusiaan dari Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan tersebut berupa 150 paket bahan pokok yang disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi sekaligus meringankan beban mereka selama berada di lokasi pengungsian.
Kepala Operasi Damai Cartenz (Kaops Damai Cartenz) Irjen Pol Faizal Ramadhani di Jayapura, Senin, mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang terdampak konflik dan saat ini masih berada di pengungsian.
Sebanyak 150 paket sembako yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pokok, antara lain minyak goreng, susu kaleng, gula, mi instan, dan sarden.
Bantuan dari Presiden Prabowo itu diberikan kepada warga yang tersebar di empat kampung di Distrik Agisiga, yakni Kampung Mbamogo, Kampung Soali, Kampung Tousiga, dan Kampung Danggoa.
Selain menyalurkan bantuan logistik, personel Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) juga menggelar kegiatan trauma healing sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masih tinggal di lokasi pengungsian.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dansektor Satgas Operasi Damai Cartenz Sektor Intan Jaya, AKP Syahrial Arditya, dengan melibatkan tokoh agama setempat agar proses pemulihan berjalan lebih efektif.
Irjen Pol Faizal Ramadhani menjelaskan, kegiatan trauma healing bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis para pengungsi, khususnya anak-anak, ibu-ibu, serta warga lanjut usia yang terdampak konflik.
Sementara itu, Tokoh Agama Agisiga, Pdt. Ones Mirip, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah kepada masyarakat yang sedang mengungsi.
"Atas nama para pengungsi dan masyarakat yang tinggal di tempat ini, kami mengucapkan terimakasih atas bantuan bahan pokok yang telah diberikan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kapolri, bantuan ini sangat berarti bagi kami dan memberikan semangat bagi masyarakat untuk bangkit kembali," kata Pdt. Ones Mirip.
Bantuan kemanusiaan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi sekaligus memberikan dukungan moril bagi masyarakat agar tetap memiliki semangat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan di tengah situasi yang masih terdampak konflik. (ant)
Editor : Tina Mamangkey