Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pustu Wapu Tidak Beroperasi, Kadistrik Jita Ungkap Kondisi Keamanan Jadi Penyebab Utama

Tina Mamangkey • Sabtu, 11 Juli 2026 | 06:10 WIB
Kepala Distrik Jita Yunus Edoway di Timika, Jumat (10/7/2026). (ANTARA/Marselinus Nara)
Kepala Distrik Jita Yunus Edoway di Timika, Jumat (10/7/2026). (ANTARA/Marselinus Nara)

 

RADARPAPUA - Pelayanan kesehatan di Kampung Wapu, Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, hingga kini belum berjalan melalui Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat. Pemerintah Distrik Jita menyebut kondisi keamanan lingkungan menjadi faktor utama yang menyebabkan fasilitas kesehatan tersebut tidak dapat beroperasi.

Kepala Distrik Jita, Yunus Edoway, menjelaskan bahwa Pustu Kampung Wapu sudah beberapa tahun terakhir tidak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, situasi di lingkungan sekitar yang tidak mendukung menjadi kendala bagi tenaga kesehatan untuk bertugas dengan aman.

"Dulu Pustu dibangun pemerintah sangat bagus, ada petugas kesehatan ditempatkan di sana untuk melakukan pelayanan. Namun kondisi masyarakat di sana tidak mendukung, kalau sudah dalam kondisi mabuk mereka mengamuk, melempar bahkan sampai membongkar pustu. Kondisi ini sangat mengganggu keamanan para tenaga kesehatan yang bertugas di sana sehingga pelayanan ditutup," ujarnya.

Yunus menjelaskan, wilayah Distrik Jita terbagi menjadi dua wilayah berdasarkan aliran delta sungai. Wilayah delta pertama mencakup Kampung Sempan Timur, Jaitak, Noema, Wenin, dan Kanmaperi. Pelayanan kesehatan untuk lima kampung tersebut dipusatkan di Puskesmas Jita.

Sementara itu, wilayah delta kedua meliputi Kampung Wapu, Waituku, Sumapro, Blumen, dan Wacakam. Untuk wilayah ini, pelayanan kesehatan awalnya dipusatkan di Pustu Kampung Waituku, termasuk melayani masyarakat Kampung Wapu.

Agar masyarakat Kampung Wapu tetap mendapatkan akses layanan kesehatan, Pemerintah Distrik Jita bersama para kepala kampung di wilayah delta dua telah melakukan pembahasan dan menyepakati bahwa pelayanan kesehatan sementara dialihkan ke Pustu Kampung Waituku.

"Dan masyarakat di lima kampung di delta dua sudah sepakat bahwa ketika sakit maka akan dilayani pengobatan di Pustu Waituku. Sekarang tinggal empat kampung karena di Kampung Wacakam sudah ada pustu dan tenaga kesehatan di sana," ujarnya.

Yunus menegaskan Pemerintah Distrik Jita tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, termasuk warga Kampung Wapu. Ia juga menilai anggapan bahwa pemerintah tidak memperhatikan pelayanan kesehatan di kampung tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Kalau ada pernyataan dari anggota DPRK Mimika yang mengatakan kami tidak memperhatikan pelayanan kesehatan masyarakat Kampung Wapu itu tidak tepat. Benar bahwa di Kampung Wapu Pustu tidak aktif, tetapi alasan kenapa pustu tidak aktif karena masalah keamanan. Sehingga penting untuk berkoordinasi dengan kami sebagai kepala wilayah di sana ketika menemukan hal-hal seperti ini," ujarnya.

Selain persoalan pelayanan kesehatan, Pemerintah Distrik Jita juga berupaya memperkuat keamanan wilayah dengan melakukan koordinasi bersama Kepolisian Resor Mimika untuk pembangunan Pos Polisi (Pospol) di Distrik Jita.

Yunus menyampaikan saat ini Distrik Jita baru memiliki Koramil dan personel Satuan Tugas TNI, sementara Polsek Jita belum tersedia. Selama ini koordinasi keamanan masih dilakukan bersama Distrik Agimuga.

"Di Jita sekarang hanya ada Koramil dan Satuan Tugas dari TNI. Polsek Jita sendiri belum ada sehingga kami kordinasinya dengan Distrik Agimuga. Kami sangat mengharapkan Polres Mimika bisa membangun Pospol di Distrik Jita," ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Distrik Jita dalam waktu dekat akan mengirimkan surat kepada Kapolres Mimika agar dapat menempatkan personel kepolisian di wilayah tersebut. Kehadiran aparat keamanan dinilai penting untuk mendukung pelayanan masyarakat serta mempercepat pembangunan di Distrik Jita.

"Kami akan surati Kapolres Mimika agar ada penepatan anggota di Distrik Jita. Karena ini sangat penting, sehingga hal-hal yang terkait dengan pembangunan dan pelayanan dapat berjalan optimal " ujarnya. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#kabupaten mimika #Puskesmas Pembantu (Pustu) #Distrik Jita #pustu #keamanan