RADARPAPUA - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus mempercepat persiapan pelaksanaan Papeda Summit 2026 yang akan berlangsung di Kota Sorong pada 2–4 September 2026.
Forum ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat kerja sama berbagai pihak dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.
Ketua III Papeda Summit Vania Komegi mengatakan, berbagai persiapan terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah, mitra pembangunan, serta organisasi masyarakat sipil.
Menurutnya, forum tersebut akan membahas bagaimana seluruh pihak dapat berkolaborasi untuk membangun Papua secara bersama-sama.
"Yang kami bahas adalah pembangunan berkelanjutan, bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan mitra pembangunan, serta bagaimana kita bisa membangun Tanah Papua bersama-sama," kata Ketua III Papeda Summit Vania Komegi dalam siaran pers Commslab pada Jumat.
Pembahasan persiapan Papeda Summit 2026 dilakukan dalam pertemuan yang dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama jajaran panitia, perwakilan organisasi masyarakat sipil Tanah Papua, organisasi masyarakat sipil tingkat nasional, perwakilan Kedutaan Besar Norwegia, serta perwakilan Jerman melalui lembaga kerja sama pembangunan Jerman GIZ.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan Papeda Summit dapat berjalan maksimal serta menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan di Tanah Papua.
Vania menjelaskan, Papeda Summit 2026 diperkirakan akan dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai latar belakang. Peserta yang hadir mencakup perwakilan pemerintah pusat, kedutaan besar, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga mitra pembangunan.
Selain itu, forum tersebut juga akan menghadirkan sekitar 100 pembicara dan moderator yang akan mengisi berbagai sesi diskusi dengan temPapeda Summit 2026a pembangunan berkelanjutan serta penguatan kolaborasi antar-pemangku kepentingan di Papua.
Tidak hanya menjadi ruang diskusi, Papeda Summit 2026 juga akan menampilkan pameran produk lokal dan praktik baik masyarakat adat dari enam provinsi di Tanah Papua.
Pameran tersebut akan memperlihatkan berbagai inovasi dan kontribusi masyarakat adat dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor.
Forum ini juga direncanakan menjadi momentum peluncuran sejumlah inisiatif bersama untuk pembangunan berkelanjutan serta menghasilkan Deklarasi Sorong sebagai bentuk komitmen bersama enam provinsi di Tanah Papua dalam memperkuat pembangunan yang berkelanjutan.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menilai Papeda Summit memiliki arti penting untuk menyatukan langkah berbagai pihak dalam menghadapi tantangan pembangunan di daerah.
Menurutnya, pembangunan Papua membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena berbagai persoalan yang ada tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak.
"Kami berharap semakin banyak pihak terlibat karena persoalan pembangunan tidak bisa diselesaikan sendiri. Hanya dengan bekerja bersama-sama kita bisa mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua," katanya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Papeda Summit 2026 juga datang dari berbagai mitra pembangunan.
Perwakilan organisasi konservasi lingkungan WWF Indonesia Dewi Rizki menilai forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk menyatukan gagasan antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Dewi, sinergi berbagai pihak diperlukan agar target pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua dapat dicapai secara bersama-sama.
Sementara itu, Ita Natalia dari Samdhana Institute menyebut Papeda Summit dapat menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama antar-pihak, khususnya dalam mendorong agenda masyarakat adat melalui berbagai kontribusi nyata di lapangan.
Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Perkumpulan Terbatas untuk Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Adat (Pt. PPMA) Naomi Marasian.
Ia mengatakan pameran dalam Papeda Summit akan menampilkan berbagai praktik baik masyarakat adat, mulai dari penguatan ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga advokasi dan penguatan kapasitas masyarakat sipil.
Melalui Papeda Summit 2026, Papua Barat Daya berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun komitmen bersama untuk menciptakan pembangunan Papua yang inklusif, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. (ant)
Editor : Tina Mamangkey