RADARPAPUA - Polemik yang muncul setelah konferensi pers pengacara Hotman Paris Hutapea di Kompleks Kejaksaan Agung akhirnya berujung pada permintaan maaf terbuka.
Pengacara kondang tersebut menyampaikan permohonan maaf menyusul kritik dari berbagai organisasi wartawan terkait ucapannya yang dinilai menghina profesi jurnalis saat sesi tanya jawab dengan media.
Peristiwa itu terjadi usai Hotman Paris resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada Jumat malam (17/7).
Salah satu pernyataannya kepada wartawan kemudian viral di media sosial dan memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk organisasi pers yang mendesaknya untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.
"Pernyataan maaf saya, Hotman Paris. Sehubungan dengan himbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga rekan-rekan wartawan lainnya, dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan, 'Lu punya otak enggak sih?'," kata Hotman Paris dalam media sosial Instagram, Senin (20/7).
Hotman menjelaskan bahwa potongan video yang beredar di media sosial tidak menampilkan keseluruhan percakapan saat konferensi pers berlangsung.
Menurutnya, publik hanya melihat bagian akhir tanpa mengetahui rangkaian tanya jawab yang mendahuluinya.
"Namun perlu saya jelaskan yang dikutip oleh media hanya bagian akhirnya, tidak dikutip secara utuh kenapa saya mengucapkan begitu. Fakta kejadiannya adalah, wartawan pertama bertanya kepada saya, Apakah instansi terkait punya hidden agenda atau acara tersembunyi?," ucap Hotman.
Baca Juga: Ingin Keluar dari Status WNI? Ini Aturan Baru dan Biaya Resmi yang Harus Dibayar
Ia mengaku telah menjawab bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas untuk memberikan penjelasan mengenai dugaan adanya agenda tersembunyi dari sebuah institusi penegak hukum.
Namun, sebelum ia selesai menjawab, pertanyaan lain kembali diajukan oleh wartawan berbeda.
"Saya jawab, 'Saya tidak tahu, saya tidak punya kapasitas untuk menjawab itu'. Belum selesai saya jawab, tiba-tiba wartawan kedua bertanya, Apakah instansi tersebut melakukan kekeliruan? Akhirnya saya emosi karena saya sudah bolak-balik (mengatakan) saya tidak tahu. Akhirnya saya jawab, 'Kamu punya otak enggak sih?'," sambungnya.
Hotman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat menghindari pertanyaan wartawan. Ia hanya merasa tidak memiliki kewenangan untuk menjawab persoalan yang berkaitan dengan dugaan agenda maupun kebijakan institusi penegak hukum.
"Maksudnya, saya sudah jawab tadi saya tidak tahu. Sebab saya tidak mungkin untuk menjawab apa hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum. Itu kira-kira kejadian sebenarnya," tuturnya.
Meski memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian, Hotman memilih untuk tidak memperpanjang polemik tersebut. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan yang bersangkutan maupun kepada seluruh organisasi wartawan di Indonesia.
"Tapi terlepas dari fakta kejadian sebenarnya, waktu itu sudah sama-sama emosional, tetap saya mengatakan, menyatakan maaf kepada wartawan tersebut maupun kepada organisasi wartawan di seluruh Indonesia. Karena selama ini juga saya sangat dekat kepada semua wartawan," ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Hotman kembali menegaskan bahwa ucapan tersebut muncul karena dirinya terbawa emosi setelah menerima pertanyaan yang menurutnya sudah berulang kali dijawab. Ia memastikan tidak memiliki niat untuk merendahkan ataupun menghina profesi wartawan.
"Sekali lagi, tidak ada niat apa pun. Cuma karena dibrondong dengan dua pertanyaan yang saya sudah bilang saya tidak bisa jawab karena saya tidak punya kapasitas untuk menjawab, tapi ditanya lagi ditanya lagi, sehingga saya jadi emosional," pungkasnya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey