TNI Tembak Mati Anggota OPM Diduga Pelaku Penembakan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:20 WIB
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto bersama sejumlah perwira tinggi TNI saat menggelar konferensi pers di Timika, Papua Tengah beberapa waktu lalu. (ANTARA/Istimewa)
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto bersama sejumlah perwira tinggi TNI saat menggelar konferensi pers di Timika, Papua Tengah beberapa waktu lalu. (ANTARA/Istimewa)

 

RADARPAPUA - Satu anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan tewas dalam operasi yang dilakukan prajurit TNI di Kampung Kalo Fis, Distrik Awingbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menyebut anggota OPM tersebut tewas setelah terjadi kontak tembak dengan personel TNI saat operasi berlangsung.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangannya di Timika, Jumat, mengatakan anggota OPM yang tewas itu diduga memiliki keterlibatan dalam kasus pembunuhan tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo pada Senin (20/7).

Menurut Lucky, operasi tersebut dilakukan setelah personel TNI menghadapi perlawanan dari kelompok OPM. Saat hendak diamankan, anggota kelompok tersebut justru melakukan penembakan terhadap prajurit TNI sehingga aparat mengambil tindakan tegas.

"Kelompok OPM tiba-tiba menembaki personel TNI sehingga satgas mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang, peraturan yang berlaku, serta rules of engagement (ROE) untuk memastikan tindakan yang kami lakukan tetap menjunjung tinggi hukum dan HAM," kata Lucky.

Ia menjelaskan, tindakan yang dilakukan oleh satgas TNI telah mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku, termasuk memperhatikan aspek hukum serta hak asasi manusia dalam pelaksanaan operasi.

Hingga saat ini, identitas anggota OPM yang tewas dalam kontak tembak tersebut masih belum diketahui. Sementara itu, anggota kelompok lainnya yang berada di lokasi kejadian dilaporkan melarikan diri ke kawasan hutan setelah salah satu rekannya tewas.

Lucky menegaskan bahwa TNI akan terus mengambil langkah tegas apabila terdapat ancaman yang dapat membahayakan keselamatan prajurit maupun masyarakat. Namun, setiap tindakan tetap dilakukan dengan berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, Pangkogabwilhan III juga mengajak anggota OPM untuk menghentikan aksi kekerasan dan menyerahkan senjata demi terciptanya keamanan di wilayah Papua.

"Mari kembali bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebelum TNI mengambil tindakan tegas kepada kalian," ujarnya.

Dalam rapat evaluasi operasi Kogabwilhan III, Lucky juga memberikan apresiasi kepada Satgas TNI yang sebelumnya berhasil melakukan evakuasi terhadap jenazah pasangan suami istri, Yantinus alias Kumis Tua Kogoya dan istrinya.

Menurut pihak TNI, pasangan tersebut merupakan korban penembakan yang dilakukan oleh OPM. Evakuasi tersebut menjadi bagian dari upaya aparat dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat di wilayah rawan keamanan. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
penembakan warga sipil TNI OPM