Baku Tembak Pecah Saat Evakuasi Korban OPM di Yahukimo, Koops Habema Ungkap Kronologinya

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:26 WIB
Koops TNI Habema saat mengevakuasi dua jenazah di Yahukimo, Papua, Kamis (23/7/2026) (ANTARA/Ho-Pen Koops Habema)
Koops TNI Habema saat mengevakuasi dua jenazah di Yahukimo, Papua, Kamis (23/7/2026) (ANTARA/Ho-Pen Koops Habema)

 

RADARPAPUA - Proses evakuasi tiga warga sipil yang menjadi korban penembakan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berlangsung dalam situasi penuh risiko. 

Prajurit Koops TNI Habema bahkan sempat terlibat kontak tembak dengan anggota OPM saat menuju lokasi penemuan jenazah.

Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan, insiden baku tembak terjadi ketika personel gabungan melakukan evakuasi terhadap korban yang ditemukan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala.

Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, Yudha menjelaskan bahwa proses evakuasi tersebut dilaksanakan pada Kamis (23/7). Saat tim bergerak menuju lokasi, keberadaan anggota OPM terdeteksi sehingga terjadi kontak tembak di sekitar area kejadian.

"Pada saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi jenazah, keberadaan OPM sempat terdeteksi dan terjadi kontak tembak dengan kelompok tersebut yang berada di sekitar area kejadian," kata Yudha.

Meski menghadapi ancaman keamanan, personel Koops TNI Habema tetap melanjutkan misi dengan mengutamakan keselamatan seluruh anggota tim. Yudha memastikan proses evakuasi tetap berjalan hingga korban berhasil dievakuasi.

Ia menjelaskan, ketika pasukan tiba di lokasi, posisi jenazah telah bergeser tidak jauh dari tempat kejadian awal. Namun, dari lokasi tersebut personel hanya menemukan dua jenazah korban.

"Dua jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai guna menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, sementara satu orang perempuan dari Suku Unaukam hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan," ujarnya.

Selain melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan, Koops TNI Habema juga memperketat pengamanan di wilayah sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas dan tinggal di daerah tersebut.

"Perlindungan terhadap masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas," katanya.

Sebelumnya, Koops TNI Habema melakukan pengejaran terhadap anggota OPM yang diduga terlibat dalam pembunuhan tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (21/7) dan menewaskan sepasang suami istri serta seorang perempuan dari Suku Unaukam.

Baca Juga: TNI Tembak Mati Anggota OPM Diduga Pelaku Penembakan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengusut kasus tersebut, termasuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.

"Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Kepala Penerangan Koops Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna.

Wirya menyebut aksi penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka yang menjabat sebagai Danops Kodap Yahukimo.

Informasi mengenai aksi tersebut, lanjut Wirya, juga sempat disebarluaskan oleh pihak OPM melalui Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

"Dalam informasi itu mereka mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia," ungkap Wirya.

Hingga kini, Koops Habema masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut dan belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kronologi lengkap aksi penganiayaan.

Fokus utama aparat saat ini adalah mengumpulkan informasi mengenai keberadaan para pelaku serta memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
Koops TNI Habema TNI OPM Warga Sipil Ditembak