RADARPAPUA - Aksi kekerasan yang menewaskan tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menuai kecaman dari Barisan Merah Putih (BMP) Papua Pegunungan.
Organisasi tersebut menilai tindakan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan.
Ketua BMP Papua Pegunungan Agus Huby menyampaikan, kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun karena berdampak pada terganggunya rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah Papua Pegunungan.
"Tindakan kekerasan terhadap warga sipil merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, hukum, serta mengganggu keamanan dan ketenteraman di Tanah Papua, khususnya di Papua Pegunungan," katanya di Wamena, Sabtu.
Senada dengan itu, Ketua BMP Kabupaten Jayawijaya Hengki Heselo mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia juga mengajak semua pihak mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Papua Pegunungan.
"Kami juga turut berbelasungkawa yang mendalam kepada keluarga ketiga korban yang telah dibunuh oleh KKB di Kabupaten Yahukimo," ujarnya.
Hengki berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku sehingga keamanan dan ketenangan masyarakat dapat segera dipulihkan.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, BMP Papua Pegunungan bersama BMP Kabupaten Jayawijaya turut menyalurkan bantuan berupa paket bahan pokok kepada warga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
“Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian organisasi dalam membantu masyarakat serta mempererat tali persaudaraan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi,” tambah Ketua BMP Papua Pegunungan Agus Huby.
Sebelumnya, sebuah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi kekerasan yang diduga dilakukan KKB pimpinan Kopi Tua Heluka di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dalam insiden tersebut, tiga warga sipil orang asli Papua (OAP) dilaporkan tewas setelah dituduh sebagai mata-mata bantuan polisi. (ant)
Editor : Tina Mamangkey