Presenter TVRI Papua Barat Ditemukan Setelah 9 Hari Pencarian, Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:36 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah presenter TVRI Papua Barat di Sungai Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada Senin (27/7/2026). (ANTARA/HO-Tim SAR gabungan)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah presenter TVRI Papua Barat di Sungai Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada Senin (27/7/2026). (ANTARA/HO-Tim SAR gabungan)

 

RADARPAPUA - Setelah melalui proses pencarian yang berlangsung selama sembilan hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Korban ditemukan pada Senin sekitar pukul 11.05 WIT.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, serta masyarakat setempat.

Lokasi penemuan jenazah berjarak sekitar 10 meter dari titik awal korban dilaporkan terjatuh dan terseret arus pada 18 Juli 2026.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Trihadi Kuncahyo, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yanto Idorway.

"Atas nama Kapolda Papua Barat dan seluruh jajaran, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara Yanto Idorway," kata Trihadi.

Ia menjelaskan, pencarian terhadap korban tetap dilanjutkan meskipun operasi SAR resmi telah ditutup pada Jumat (24/7) setelah berlangsung selama tujuh hari sesuai prosedur.

Upaya pencarian secara gabungan terus dilakukan hingga akhirnya, tiga hari kemudian, korban ditemukan oleh warga setempat.

Selama proses pencarian, tim dihadapkan pada sejumlah tantangan. Perubahan cuaca yang cepat, kabut tebal di jalur menuju lokasi, suhu dingin, arus sungai yang deras, hingga bebatuan besar dan licin menjadi hambatan dalam operasi tersebut.

Trihadi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian.

 

"Terima kasih kepada personel TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, kepala kampung, tokoh adat, serta relawan yang menunjukkan dedikasi dan sinergi selama operasi pencarian," ujarnya.

Selain itu, Polda Papua Barat mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai, air terjun, pantai, maupun kawasan lain yang memiliki potensi bahaya, terutama ketika cuaca sedang buruk atau debit air meningkat.

"Semoga almarhum dapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," kata Trihadi.

Diketahui, Yanto Idorway dilaporkan hanyut setelah terpeleset saat menyeberangi sungai di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada Sabtu (18/7) sekitar pukul 14.00 WIT.

Saat itu, korban tengah berwisata bersama dua rekannya.

Kedua rekannya sempat berusaha memberikan pertolongan secara mandiri, namun derasnya arus sungai membuat korban tidak berhasil ditemukan.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian sehingga operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan segera dilakukan. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
presenter tvri papua barat hanyut pegunungan arfak tim sar