Satu dari Tiga Korban OPM Ditemukan, Koops TNI Habema Lakukan Evakuasi di Yahukimo

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:39 WIB
Proses evakuasi jenazah di Kali Kolof, Yahukimo, Papua, Jumat (31/7/2026) (ANTARA/Ho-Koops Habema)
Proses evakuasi jenazah di Kali Kolof, Yahukimo, Papua, Jumat (31/7/2026) (ANTARA/Ho-Koops Habema)

 

RADARPAPUA- Upaya pencarian terhadap tiga warga sipil yang menjadi korban aksi kekerasan di Kabupaten Yahukimo membuahkan hasil. 

Personel Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengevakuasi satu jenazah korban yang diduga dibunuh oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka, Danops Kodap Yahukimo.

Korban diketahui bernama Teina Alya, salah satu dari tiga warga sipil yang menjadi korban pembunuhan di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (21/7).

"Satu dari tiga dari korban warga lokal penembakan OPM telah ditemukan atas nama Teina Alya yang dilaksanakan oleh personel Koops TNI Habema di wilayah kali Kolof, Distrik Seradala, kabupaten Yahukimo pada Jumat, 31 Juli 2026," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Wirya menjelaskan, keberhasilan menemukan korban berawal dari pencarian yang dilakukan personel di sekitar lokasi kejadian. Dalam proses penyisiran tersebut, tim menemukan jenazah korban berada di lokasi yang sulit dijangkau.

Jenazah Teina Alya ditemukan berada di dasar Kali Kolof dengan jarak sekitar 50 meter dari titik permukaan. Lokasi tersebut berada sekitar 100 meter dari tempat terjadinya pembunuhan.

"Hal ini mengindikasikan adanya upaya untuk menghilangkan jenazah yang dilakukan oleh kelompok OPM," terang Wirya.

Medan yang terjal menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi. Personel harus berhati-hati karena lokasi penemuan korban berada di kawasan dengan kondisi tebing curam.

Baca Juga: Anggota DPR Desak Evaluasi Kopdes Merah Putih di Papua, Harus Sesuai Kondisi Masyarakat

"Lokasi jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing yang curam, sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan teknik vertical rescue atau rapelling," terang Wirya.

Dengan menggunakan teknik penyelamatan tersebut, personel Koops TNI Habema akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah korban dari dasar Kali Kolof.

"Selanjutnya jenazah dibawa menuju RSUD Dekai untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat istiadat dan keyakinan keluarga," jelas Wirya.

Koops TNI Habema memastikan proses penegakan hukum dan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut tetap berjalan, meskipun seluruh korban telah berhasil dievakuasi.

Sebelumnya, dua jenazah warga sipil lainnya yang menjadi korban pembunuhan OPM telah ditemukan di sekitar lokasi penembakan pada Kamis (23/7).

Proses evakuasi terhadap dua korban sebelumnya juga berlangsung dalam situasi yang penuh risiko. Personel sempat mendeteksi keberadaan kelompok OPM dan terjadi kontak tembak saat tim bergerak menuju lokasi jenazah.

"Pada saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi jenazah, keberadaan OPM sempat terdeteksi dan terjadi kontak tembak dengan kelompok tersebut yang berada di sekitar area kejadian," kata dia.

Meski menghadapi ancaman keamanan, personel Koops TNI Habema tetap memprioritaskan keselamatan seluruh anggota tim dan memastikan proses evakuasi berjalan hingga selesai.

Dua jenazah tersebut kemudian berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
Kabupaten Yahukimo Koops TNI Habema korban pembunuhan OPM KKB