Musim Kemarau Papua Pegunungan Diprediksi Berakhir Agustus 2026, BMKG Ingatkan Warga Waspadai Kekeringan

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 06:12 WIB
Petugas Prakiraan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena Ahmad Armada saat memantau perkembangan cuaca di monitor di Kantor Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena. (ANTARA/Yudhi Efendi)
Petugas Prakiraan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena Ahmad Armada saat memantau perkembangan cuaca di monitor di Kantor Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena. (ANTARA/Yudhi Efendi)

 

RADARPAPUA - Kondisi musim kemarau masih melanda wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena memperkirakan musim kering tersebut akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena Ahmad Armada, Senin mengatakan, musim kemarau di Kabupaten Jayawijaya telah berlangsung sejak April 2026 dan diperkirakan segera berakhir pada penghujung Agustus.

“Musim kemarau di Papua Pegunungan sudah mulai sejak akhir April dan kemungkinan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026,” kata Ahmad Armada.

Selama periode kemarau berlangsung, sejumlah wilayah di Kabupaten Jayawijaya mulai mengalami dampak berupa berkurangnya ketersediaan air. Beberapa sumur milik masyarakat dilaporkan mulai mengering akibat minimnya curah hujan.

“Informasi yang kami peroleh sumur-sumur warga di wilayah Kabupaten Jayawijaya sudah mulai kering akibat musim kemarau ini,” ucap Ahmad Armada.

Ahmad menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan kondisi cuaca, tutupan awan di wilayah Papua Pegunungan, terutama Kabupaten Jayawijaya, terpantau sangat sedikit. Kondisi tersebut menyebabkan sinar matahari lebih banyak langsung mencapai permukaan bumi.

“Awan di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, itu sangat sedikit sehingga menyebabkan sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi. Kondisi ini menyebabkan air di dalam tanah itu menjadi kering, apalagi intensitas hujan itu sangat kurang,” kata Ahmad Armada.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Papua Pegunungan Hari Ini, Selasa 4 Agustus 2026: Cerah hingga Berawan, Sejumlah Wilayah Udara Kabur

Menurutnya, berkurangnya tutupan awan serta rendahnya intensitas hujan menjadi faktor yang mempercepat berkurangnya cadangan air di dalam tanah. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat Papua Pegunungan, khususnya warga Kabupaten Jayawijaya, agar tetap waspada menghadapi kondisi tersebut dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah sumur warga di Kota Wamena mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang disertai hembusan angin pada siang hingga sore hari. Selain itu, debit air Sungai Baliem juga mengalami penurunan cukup signifikan akibat dampak musim kemarau.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta mengikuti perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG hingga musim kemarau berakhir. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
BMKG Papua Pegunungan musim kemarau