2 Pekerja Selamat dari Serangan KKB di Tolikara Berhasil Dievakuasi Satgas Yonif 511/DY

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:07 WIB
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 511/DY mengevakuasi korban yang selamat dari aksi KKB di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Senin (3/8/2026). (ANTARA/HO-Dok Satgas Yonif 511/DY)
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 511/DY mengevakuasi korban yang selamat dari aksi KKB di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Senin (3/8/2026). (ANTARA/HO-Dok Satgas Yonif 511/DY)

 

RADARPAPUA - Operasi penyelamatan terhadap korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, terus dilakukan aparat gabungan.

Dalam operasi tersebut, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 511/DY berhasil mengevakuasi dua pekerja yang selamat, sekaligus mengevakuasi satu korban meninggal dunia dari lokasi kejadian.

Sebelumnya, serangan KKB yang terjadi pada Minggu (2/8) malam di sekitar ruas jalan Distrik Kanggime mengakibatkan empat pekerja meninggal dunia. Keempat korban tersebut masing-masing bernama Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga, dan Alfons.

Komandan Satgas Pamtas Yonif 511/DY Letnan Kolonel Infanteri Amar Supratman mengatakan proses evakuasi dilakukan bersama unsur aparat keamanan lainnya, yakni Satgas Yonif 136/TS, Satgas Operasi Damai Cartenz, Koramil Illu, dan Polsek Illu.

Operasi tersebut difokuskan untuk menyelamatkan para korban penyerangan KKB yang berhasil lolos dan masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: 20 Personel Satgas TNI Dikerahkan Evakuasi Korban dan Buru OPM Penyerang Pekerja Jalan Tolikara

"Kami melakukan evakuasi terhadap tiga korban, di mana satu orang di antaranya meninggal dunia dan dua orang selamat. Ketiganya setelah dievakuasi langsung diserahkan kepada Polsek Illu dan Pemerintah Kabupaten Tolikara. Dalam evakuasi korban dilakukan dua kali di titik yang berbeda dengan jarak sekitar 400 meter," katanya.

Amar menjelaskan, dalam operasi evakuasi yang dilaksanakan pada Senin (3/8), pihaknya membentuk dua tim penyelamat yang dipimpin Letnan Dua Infanteri Arif Reskianto.

"Dua tim itu langsung bergerak menuju lokasi bersama-sama dengan aparat keamanan lainnya. Sebelum masuk sasaran dilakukan terlebih dahulu identifikasi sasaran oleh Dansatgas Yonif 511/DY dengan berkomunikasi dengan korban yang selamat," ujarnya.

Setelah memastikan kondisi di lapangan, tim gabungan bergerak menuju titik evakuasi. Sekitar pukul 01.26 WIT, petugas tiba di lokasi dan berhasil menemukan tiga pekerja.

Dari tiga korban yang ditemukan, satu orang telah meninggal dunia, yakni Alfons Defonsius Reyaan (53). Sementara dua pekerja lainnya berhasil diselamatkan, masing-masing Joel Jeriko Marathon Diora Naibaho (36) dan Supredo Ulipili (56).

Baca Juga: 5 Pekerja Jalan Tewas Diserang KKB di Tolikara, Aparat Gabungan Lakukan Pengejaran

"Kemudian jenazah dan korban selamat diserahkan kepada personel Polsek Illu dan tim evakuasi Pemerintah Kabupaten Tolikara. Kegiatan evakuasi berjalan dengan aman dan lancar," katanya.

Amar menambahkan, penyerangan terhadap warga sipil di Distrik Kanggime diduga dilakukan oleh KKB pimpinan Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo alias Rambo Botak alias Rambo Tolikara alias Mayuwara Jinggagok bersama kelompok Tetanus Enumbi.

Kelompok tersebut menyerang para karyawan PT Sultan Harauli Jaya (SHJ) yang saat itu tengah mengerjakan proyek pembangunan jalan milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena, Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.

Hingga kini, aparat keamanan masih terus melakukan upaya pengamanan dan penanganan pascaserangan, sekaligus memastikan proses evakuasi seluruh korban dapat berlangsung dengan aman. 

Editor : Tina Mamangkey
pekerja tewas Satgas Pamtas Kabupaten Tolikara Papua Pegunungan Serangan KKB