RADARPAPUA - Masyarakat Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mulai Kamis (6/8) akan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar B50.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi Biosolar B50 dilakukan ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Timika sebagai pengganti Biosolar B40 yang selama ini digunakan.
Sales Branch Manajer Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah Mimika, Junaedi Kalla, mengatakan penyaluran Biosolar B50 mulai diberlakukan secara efektif pada Kamis (6/8). Dengan demikian, BBM jenis Biosolar B40 tidak lagi didistribusikan ke SPBU di Timika.
"Efektifnya mulai esok kami akan salurkan BBM Biosolar B50. Jadi, semua Biosolar jenis B40 tidak disalurkan lagi," kata Junaedi.
Ia menjelaskan, kapal tanker yang mengangkut pasokan Biosolar B50 telah bersandar di Pelabuhan Depo Jober Pertamina Pomako, Distrik Mimika Timur.
Proses pembongkaran muatan juga telah dilakukan sehingga distribusi ke seluruh SPBU di Timika dapat dimulai sesuai jadwal.
"Hari ini sudah dilakukan pembongkaran sehingga mulai esok sudah bisa disalurkan ke semua SPBU di Timika," ujarnya.
Sebagai informasi, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori penggunaan Biosolar B50.
Bahan bakar ini merupakan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang berasal dari minyak sawit dan 50 persen solar fosil.
Program penggunaan Biosolar B50 resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli 2026. Sebelumnya, masyarakat menggunakan Biosolar B40 yang memiliki komposisi 40 persen biodiesel dan 60 persen solar fosil.
Masyarakat tetap dapat membeli BBM tersebut dengan harga Rp6.800 per liter, sama seperti harga Biosolar B40 sebelumnya.
"Harganya sama, tetap Rp6.800 per liter," terang Junaedi.
Pertamina Patra Niaga juga memastikan pasokan Biosolar B50 di Timika tersedia sesuai kebutuhan. Total distribusi setiap hari mencapai 32 kiloliter (Kl), dengan masing-masing SPBU memperoleh alokasi sebanyak 8 kiloliter.
Adapun terdapat empat SPBU di Timika yang mulai menyalurkan Biosolar B50, yakni SPBU Nawaripi, SPBU Timika Jaya SP2, SPBU Hasanuddin, dan SPBU Kilometer 9. (ant)
Editor : Tina Mamangkey