RADARPAPUA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas setelah insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.
Kepala BGN Sudaryono memastikan pihaknya telah mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan dalam program tersebut.
"Sudah, sudah kita copot," katanya ditemui usai rapat koordinasi refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis.
Selain melakukan pergantian penanggung jawab, BGN juga mengirimkan tim untuk melakukan investigasi terkait penyebab terjadinya insiden keamanan pangan tersebut.
Hasil pemeriksaan awal menemukan adanya persoalan dalam proses pengolahan makanan, terutama terkait waktu memasak yang dinilai terlalu cepat sehingga jarak antara makanan selesai dimasak dengan waktu distribusi kepada siswa menjadi terlalu lama.
"Berdasarkan sistem yang kita punya dan pengakuan setelah kronologinya, mereka mulai memasaknya itu terlalu cepat, jam 7 malam di hari sebelumnya sudah mulai memasak, sehingga diberikan di jam 11, dan ada beberapa juga yang keracunan saya lihat itu ada yang sudah dibawa dalam kondisi rusak, lalu yang masih kami validasi lagi, ada anak yang membawa pulang MBG-nya," paparnya.
Menurut Sudaryono, evaluasi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, termasuk kondisi makanan yang dikonsumsi para siswa.
Baca Juga: Mulai 6 Agustus, Pertamina Resmi Salurkan Biosolar B50 ke SPBU di Timika
Sebelumnya, sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG pada Rabu (5/8) pagi.
Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan kemudian mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura. Dari delapan pasien yang sempat menjalani perawatan, kondisi mereka secara bertahap membaik dan satu pasien telah diperbolehkan pulang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari, menyampaikan bahwa kondisi korban menunjukkan perkembangan positif memasuki hari ketiga setelah kejadian.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan epidemiologi, jumlah kasus baru terus mengalami penurunan. Sebagian besar pasien yang masih menjalani perawatan juga menunjukkan kondisi yang semakin membaik.
"Kasus-kasus akut sudah jauh berkurang dibandingkan hari pertama dan kedua. Penambahan kasus baru juga sudah sangat menurun, bahkan hingga siang ini belum ada laporan kasus baru," katanya.
Dengan adanya evaluasi tersebut, BGN bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai standar keamanan pangan dan tidak menimbulkan kejadian serupa di kemudian hari. (ant)
Editor : Tina Mamangkey