Warga Papua Bisa Bernapas Lega, Harga LPG Ditargetkan Turun Sama dengan Jawa

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:08 WIB
Sekretaris Perusahaan PT Perta Daya Gas, Ucok Charles Kairupan. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
Sekretaris Perusahaan PT Perta Daya Gas, Ucok Charles Kairupan. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

 

RADARPAPUA - Masyarakat di Papua berpeluang menikmati harga LPG yang lebih terjangkau setelah PT Perta Daya Gas (PDG) membangun infrastruktur gas di wilayah tersebut.

Kehadiran fasilitas baru, termasuk Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, diharapkan dapat memangkas biaya distribusi sehingga harga LPG di Papua bisa mendekati harga yang berlaku di Pulau Jawa.

Saat ini, harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram di Papua masih jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa. Harganya berada di kisaran Rp277 ribu hingga Rp300 ribu per tabung dan dalam kondisi tertentu bahkan dapat mencapai sekitar Rp495 ribu.

Sementara itu, harga LPG 12 kilogram di Pulau Jawa umumnya berada pada kisaran Rp210 ribu hingga Rp220 ribu per tabung. Perbedaan harga tersebut salah satunya dipengaruhi oleh tingginya biaya logistik dan distribusi menuju wilayah timur Indonesia.

Sekretaris Perusahaan PT Perta Daya Gas, Ucok Charles Kairupan, mengatakan pembangunan SPBE di KEK Sorong saat ini telah mencapai lebih dari 50 persen. Fasilitas tersebut ditargetkan selesai pada September atau Oktober 2026.

"Sebentar lagi harga gas LPG di Papua bakal seperti di Jawa," ujar Ucok saat Media Gathering bersama media massa di Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut Ucok, salah satu perubahan penting dalam sistem distribusi LPG di Papua nantinya adalah pemanfaatan jaringan pipa gas.

Pasokan LPG untuk SPBE di KEK Sorong akan dialirkan melalui pipa sepanjang 1,4 kilometer yang terhubung langsung dengan sumber gas Petrogas.

Baca Juga: Mulai 6 Agustus, Pertamina Resmi Salurkan Biosolar B50 ke SPBU di Timika

Sistem tersebut akan mengurangi ketergantungan terhadap pola distribusi yang selama ini menggunakan truk. Dengan adanya jaringan pipa, proses penyaluran gas diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu menekan biaya logistik.

Penurunan biaya distribusi tersebut pada akhirnya diharapkan memberikan dampak terhadap harga LPG yang harus dibayarkan masyarakat. Dengan rantai distribusi yang lebih efisien, harga LPG di Papua ditargetkan dapat semakin mendekati harga yang berlaku di Pulau Jawa.

Selain jaringan pipa, PT Perta Daya Gas juga menyiapkan fasilitas penyimpanan LPG dengan kapasitas total mencapai 50 ton. Fasilitas tersebut akan terdiri atas dua tangki sehingga proses operasional dan distribusi dapat dilakukan secara lebih fleksibel.

"Tangki penyimpanan kapasitas totalnya 50 ton, nanti dibagi dua agar lebih fleksibel," ujarnya.

Pengembangan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari perhatian PT Perta Daya Gas terhadap Papua sebagai salah satu wilayah prioritas dalam pengembangan bisnis gas bumi dan energi baru.

Perusahaan berharap kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi, tetapi juga membentuk ekosistem gas yang lebih baik di kawasan timur Indonesia.

Infrastruktur gas yang semakin memadai dinilai dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat maupun sektor industri. Efisiensi pasokan energi diharapkan turut mendukung aktivitas ekonomi dan pertumbuhan industri di kawasan timur Indonesia.

Di sisi lain, PT Perta Daya Gas juga terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui kerja sama bersama media massa.

Hal tersebut terlihat dari penyelenggaraan media gathering yang menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun hubungan yang lebih erat dengan insan pers.

PDG menilai komunikasi yang terbuka, kredibel, dan berkesinambungan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui komunikasi yang baik, perkembangan sektor energi dapat disampaikan kepada masyarakat secara lebih akurat dan mudah dipahami.

Dalam forum tersebut, perusahaan juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan industri energi.

Baca Juga: Terhimpit Sanksi, Persipura Kehilangan 'Sihir' Stadion Mandala di Putaran Pertama Championship

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah semakin strategisnya peran gas bumi sebagai sumber energi dalam mendukung kebutuhan Indonesia.

PT Perta Daya Gas sendiri merupakan perusahaan patungan atau Joint Venture Company (JVC) yang dibentuk oleh PT Pertamina Gas dan PT PLN Energi Primer Indonesia.

Perusahaan tersebut memiliki tugas mengembangkan infrastruktur gas sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai bagian dari proses transisi menuju energi yang lebih bersih.

Pembentukan PDG merupakan bagian dari sinergi PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi. Gas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM), khususnya pada pembangkit listrik.

Dengan pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan jaringan gas yang lebih efisien, pasokan energi diharapkan dapat semakin optimal.

Di Papua, pembangunan SPBE dan jaringan pipa di KEK Sorong menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu menekan biaya distribusi sekaligus membuka peluang harga LPG yang lebih terjangkau bagi masyarakat. (jpg)

 

Editor : Tina Mamangkey
harga LPG bakal turun Papua