RADARPAPUA - Kondisi keamanan yang masih menjadi perhatian di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, tidak menghentikan langkah prajurit Koops TNI Habema untuk menjalankan tugas sekaligus memberikan pertolongan kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaan pengamanan pada Minggu (9/8), prajurit menemukan seorang warga lokal yang membutuhkan bantuan dan segera melakukan evakuasi dari wilayah tersebut.
Koops TNI Habema mengerahkan personel untuk masuk ke Distrik Ugimba yang selama ini termasuk wilayah dengan kondisi keamanan yang kompleks.
Berdasarkan informasi yang diterima aparat, aktivitas kelompok OPM Kodap VIII/Kemabu pimpinan Guspi Waker dan anggotanya terdeteksi di wilayah tersebut.
Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna mengatakan pengamanan Distrik Ugimba memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis dan situasi keamanan yang harus dihadapi para prajurit. Meski demikian, personel tetap dikerahkan untuk menjaga stabilitas dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Baca Juga: Mulai Pekan Depan, MBG Dilengkapi Label Batas Waktu, Guru Diminta Ikut Makan
”Berdasarkan informasi yang diterima Koops TNI Habema, situasi keamanan di Distrik Ugimba masih menjadi perhatian menyusul adanya aktivitas kelompok OPM Kodap VIII/Kemabu pimpinan Guspi Waker yang selama ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat serta melakukan aksi penyerangan terhadap aparat keamanan yang bertugas menjaga wilayah tersebut,” terang Letkol Wirya pada Senin (10/8).
Dalam menjalankan tugas di wilayah tersebut, prajurit kemudian menemukan seorang warga lokal yang membutuhkan pertolongan dan penanganan lebih lanjut. Warga tersebut berada jauh dari kawasan permukiman sehingga diperlukan proses evakuasi menggunakan sarana udara.
Koops TNI Habema mengerahkan dua unit helikopter Bell untuk membawa warga tersebut keluar dari wilayah rawan. Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 12.25 WIT hingga 12.48 WIT dengan pengawalan 11 personel.
”Evakuasi warga tersebut merupakan bentuk nyata komitmen prajurit Koops TNI Habema dalam mengedepankan nilai kemanusiaan di setiap pelaksanaan tugas,” tegas Wirya.
Menurut Wirya, keberadaan prajurit TNI di Papua tidak semata-mata berkaitan dengan tugas menjaga keamanan wilayah. Prajurit juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan, bantuan, serta rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas prajurit di lapangan. Karena itu, kondisi geografis yang sulit maupun situasi keamanan yang rawan di Ugimba tidak menjadi alasan untuk mengabaikan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Dengan mengedepankan semangat pengabdian, profesionalisme, dan kepedulian, Koops TNI Habema berupaya menjalankan tugas keamanan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di wilayah penugasan.
Baca Juga: Drag Race Kotamobagu Berujung Maut, 8 Penonton Meregang Nyawa
Setelah berhasil dievakuasi dari Distrik Ugimba, warga tersebut kemudian dibawa menuju Distrik Sugapa. Sesampainya di Sugapa, warga tersebut diserahkan kepada Misael Sondegau selaku Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya untuk mendapatkan penanganan dan pendampingan lebih lanjut.
Penyerahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari koordinasi lanjutan agar proses pendampingan serta pemulihan warga dapat berlangsung secara berkesinambungan sesuai kebutuhan.
”Melalui kegiatan tersebut, Koops TNI Habema menegaskan bahwa pengabdian prajurit tidak hanya diukur dari keberhasilan menjaga wilayah, tetapi juga dari kepedulian terhadap setiap kehidupan yang membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa di tengah kondisi keamanan dan medan yang penuh tantangan, prajurit Koops TNI Habema tetap berupaya menjalankan tugas dengan mengedepankan keselamatan masyarakat serta memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Editor : Tina Mamangkey