RADARPAPUA - Sebanyak 76 Jembatan Garuda telah dibangun di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih untuk memperkuat konektivitas 142 desa dan kampung yang tersebar di Provinsi Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan pembangunan tersebut memberikan manfaat langsung kepada 32.828 kepala keluarga atau sekitar 133.081 jiwa masyarakat.
"Pembangunan tersebut memberikan manfaat langsung bagi 32.828 kepala keluarga atau sekitar 133.081 jiwa masyarakat," katanya.
Dari 76 jembatan tersebut, 15 merupakan jembatan Armco, 55 jembatan beton, dan enam jembatan gantung.
Seluruhnya diresmikan secara serentak pada Kamis (13/8), dengan pusat kegiatan di Kampung Wonorejo Pir IV, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua.
Febriel mengatakan Jembatan Garuda tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkampung, tetapi juga membuka akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, pelayanan dasar, dan pusat kegiatan ekonomi.
Pembangunan tersebut juga menjadi bagian dari tugas TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah.
Baca Juga: Siapa Jawaranya? Ada Merek yang Tiba-tiba Tembus 3 Besar, Ini 10 Brand Mobil Terlaris Juli 2026
"Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat karena kehadiran prajurit tidak hanya dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Program pembangunan jembatan desa turut disoroti Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta, Jumat.
Prabowo menyebut TNI telah membangun 2.500 jembatan desa sepanjang 2026, sedangkan Polri membangun 874 jembatan untuk memperkuat konektivitas masyarakat.
Pemerintah menargetkan lebih dari 5.000 jembatan dapat diselesaikan hingga akhir 2026. Pembangunan 76 Jembatan Garuda di Tanah Papua menjadi salah satu upaya memperluas akses dan meningkatkan konektivitas masyarakat di wilayah tersebut. (atr)
Editor : Tina Mamangkey