RADARPAPUA - Meningkatnya eskalasi kekerasan di Papua mendapat perhatian dari Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara, Lenis Kogoya.
Ia memberikan ultimatum kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM) agar segera menghentikan berbagai aksi kekerasan yang dinilai merugikan masyarakat sipil.
Dalam keterangan resmi yang diterima awak media, Lenis meminta OPM menghentikan seluruh bentuk kekerasan, termasuk aksi yang terjadi di wilayah Wamena dan sekitarnya.
Menurutnya, masyarakat sipil menjadi pihak yang paling dirugikan akibat situasi tersebut.
Lenis mengatakan telah memperoleh informasi mengenai dugaan penyesatan, kekerasan, pembunuhan hingga eksekusi terhadap warga sipil yang dilakukan OPM.
Ia menyebut sejumlah kelompok masyarakat, termasuk guru, misionaris, dan penginjil, turut menjadi sasaran.
”Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi itu harus segera dihentikan,” kata dia dikutip pada Jumat (14/8).
Selain menghentikan kekerasan, Lenis meminta OPM menghentikan penyebaran isu negatif serta ancaman terhadap masyarakat sipil.
Ia juga mendesak kelompok tersebut meninggalkan wilayah Wamena dan tidak mengganggu persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.
”Menghentikan segala bentuk aksi kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap sesama Orang Asli Papua (OAP) maupun warga sipil lainnya,” pintanya.
Lenis menegaskan bahwa dirinya memiliki mandat adat dari tujuh wilayah adat di Papua serta tanggung jawab berdasarkan konstitusi untuk melindungi masyarakat sipil dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia memperingatkan, apabila ultimatum tersebut tidak dipatuhi, para pemilik hak ulayat bersama masyarakat adat dari tujuh wilayah adat akan berkumpul untuk mengambil sikap.
”Jika 3 poin itu tidak diikuti, maka para pemilik tanah wilayah adat dari 7 wilayah adat akan berkumpul dan mendoakan agar anda (OPM) sekalian bertobat kembali kepada jalan yang benar, sesuai firman Tuhan untuk saling mengasihi,” ujarnya.
Lenis juga menyatakan dirinya selama ini konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua.
Salah satunya dengan menolak pelabelan teroris terhadap OPM dengan alasan keselamatan warga sipil, baik yang berada di perkotaan maupun pedalaman.
Karena itu, ia meminta OPM tidak memperburuk situasi keamanan di tanah kelahirannya.
Lenis turut mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Papua agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi terkait keamanan.
”Masyarakat di wilayah La Pago, Mee Pago, dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi isu-isu keamanan yang beredar,” kata Lenis. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey