Longsor Maut di Tambang Ilegal Pohuwato, 5 Orang Tewas, TNI hingga Mahasiswa

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:43 WIB
Evakuasi korban longsor tambang ilegal di Hulawa Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato (Istimewa)
Evakuasi korban longsor tambang ilegal di Hulawa Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato (Istimewa)

 

RADARPAPUA - Tragedi longsor kembali menelan korban jiwa di kawasan tambang emas ilegal Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Lima orang meninggal dunia setelah material longsor menerjang area pertambangan di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.

Kabar mengenai adanya korban yang tertimbun mulai beredar di media sosial pada Rabu malam. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi sulit karena lokasi kejadian gelap dan dipenuhi lumpur.

Sejumlah foto yang beredar memperlihatkan proses evakuasi korban. Beberapa jenazah terlihat telah dibungkus menggunakan karung dan kemudian dibawa dari lokasi dengan cara dipikul menggunakan bambu.

Data sementara menunjukkan lima korban meninggal tersebut seluruhnya berasal dari Kabupaten Boalemo. Mereka berada di kawasan pertambangan ketika longsor terjadi.

Kelima korban memiliki latar belakang berbeda. Salah satunya adalah Andi Otoluwa, warga Desa Bongonol, Kecamatan Paguyaman, yang tercatat sebagai anggota TNI aktif dan dalam status disersi.

Empat korban lainnya yakni Miman Ibura (23), warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, yang bekerja sebagai penambang. Kemudian Sandi Bilondatu (24), warga desa yang sama dan berstatus mahasiswa.

Baca Juga: Sidang Memanas! Richard Lee Ungkit Uang Rp200 Miliar, Doktif Beri Jawaban Mengejutkan

Korban lainnya adalah Fikram Larange yang bekerja sebagai penambang serta Pandra Galilu (28), warga Desa Bendungan yang berprofesi sebagai wiraswasta.

Kelima jenazah kemudian dibawa ke RSU Pohuwato untuk mendapatkan penanganan sebelum dipulangkan kepada keluarga masing-masing.

Direktur RSU Pohuwato, dr Dian Ikagustina Tambunan, mengatakan seluruh korban telah meninggal dunia ketika tiba di rumah sakit.

“Lima korban sudah dalam kondisi meninggal saat dirujuk ke rumah sakit sekitar pukul 04.00 subuh,” kata Dian.

Setelah seluruh proses penanganan di rumah sakit selesai, jenazah kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing. Sekitar pukul 07.00 Wita, seluruh jenazah telah diberangkatkan menuju Kabupaten Boalemo.

“Jam 7 sudah clear semua, Pak. Korban sudah diantarkan ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Selain lima korban meninggal dunia, terdapat satu korban lainnya yang berhasil selamat dari longsor dan masih menjalani perawatan di RSU Pohuwato.

“Iya masih ada satu orang yang dirawat di RS,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Marupa Sagala menyampaikan bahwa data sementara yang diterima kepolisian mencatat terdapat enam korban dalam peristiwa tersebut. Lima orang meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya selamat.

Baca Juga: Stafsus Menhan Lenis Kogoya Beri OPM 3 Ultimatum, Masyarakat Adat Siap Ambil Sikap

"Informasi sementara yang kita dapat kejadian itu kemarin, yang terdata sementara teridentifikasi sama polres laporannya ada 6 orang korban, yang meninggal 5 dan selamat itu tadi satu orang sementara," ujar Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Marupa Sagala kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Longsor diketahui terjadi pada Rabu (12/8) sekitar pukul 17.30 Wita di kawasan tambang Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Lokasi pertambangan tersebut berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang berdekatan dengan Cagar Alam Panua.

Hingga saat ini, polisi masih menunggu informasi resmi lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian secara lengkap, termasuk memverifikasi seluruh data korban dan kondisi terkini di kawasan tambang tersebut. (gpo)

Editor : Tina Mamangkey
tambang Pohuwato tambang emas Korban Longsor Cianjur Gorontalo tambang ilegal