RADARPAPUA - Kontak senjata terjadi antara prajurit TNI dan kelompok yang disebut sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di kawasan hutan Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu. Dalam kejadian tersebut, TNI menyebut tiga anggota OPM tewas.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan kontak senjata terjadi saat Satgas TNI melakukan pengejaran dan menemukan lokasi persembunyian kelompok tersebut di dalam hutan.
Sebelum penembakan terjadi, prajurit TNI disebut telah meminta mereka menyerahkan diri.
"Kejadiannya saat kami melakukan patroli, kami mendekati mereka dan melihat mereka, mengimbau mereka untuk menyerahkan diri, tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami. Akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan peraturan yang ada, dan berhasil menewaskan tiga anggota OPM," katanya.
Lucky mengatakan jasad ketiga orang yang tewas kemudian dibawa anggota kelompok lainnya yang melarikan diri ke dalam hutan. Setelah kontak senjata, Satgas TNI melakukan penyisiran dan mengamankan delapan senjata api beserta amunisi.
Menurut Lucky, senjata tersebut diduga akan digunakan untuk melakukan gangguan keamanan menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia menegaskan operasi TNI di bawah kendali Kogabwilhan III dilakukan berdasarkan ketentuan dan aturan pelibatan (Rules of Engagement/ROE) untuk memastikan tindakan prajurit tetap profesional serta menjunjung hukum dan hak asasi manusia.
TNI juga akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap aksi bersenjata yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat.
"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, Salus Populi Suprema Lex Esto. Untuk itu saya meminta kepada seluruh anggota OPM di mana pun kalian berada segera meletakkan senjata, menyerahkan diri dan bergabung kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita bangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera," katanya.
Lucky menambahkan TNI akan terus menjaga keamanan di Papua melalui dukungan dan koordinasi bersama unsur pemerintah serta masyarakat. (atr)
Editor : Tina Mamangkey