RADARPAPUA - Suasana peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI terasa istimewa di Shanghai, China, ketika dr. Yosep Mote, dokter spesialis bedah saraf asal Papua yang sedang menjalani tugas belajar di kota tersebut, dipercaya menjadi komandan upacara di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai.
Upacara pengibaran Bendera Merah Putih digelar di halaman gedung KJRI Shanghai di distrik Changning dan dihadiri sekitar 160 Warga Negara Indonesia (WNI).
Selain Yosep, 10 pelajar dan pekerja Indonesia turut bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Mereka menjalani latihan selama sekitar dua bulan untuk mempersiapkan upacara.
"Setiap peringatan kemerdekaan hendaknya menjadi momentum untuk kembali memahami makna kemerdekaan dan menguatkan komitmen kita untuk mengisinya dengan kerja nyata bagi bangsa dan negara," kata Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai, Berlianto Situngkir.
Baca Juga: Pigai Tegas soal Aspirasi Papua: Tuntut Kesejahteraan Boleh, Merdeka Tidak!
Upacara berlangsung sekitar 40 menit dalam kondisi cuaca cerah, meski Shanghai masih merasakan dampak Topan Dolphin yang sebelumnya menyebabkan banjir di sejumlah lokasi.
Berlianto mengatakan peringatan kemerdekaan di perantauan menjadi momentum bagi WNI untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus merefleksikan makna kemerdekaan.
"Upacara menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia di perantauan untuk mengenang perjuangan para pahlawan serta kembali merefleksikan makna kemerdekaan karena kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan panjang, pengorbanan jiwa dan raga, serta persatuan seluruh elemen bangsa," tambah Berlianto.
Yosep saat ini menjalani program fellowship di salah satu rumah sakit di Shanghai. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan pendidikan spesialis bedah saraf di Universitas Udayana, Bali, dan menjalani praktik di RSUD Jayapura.
Usai upacara, Berlianto bersama staf KJRI Shanghai dan WNI mengikuti acara keruk tumpeng dan silaturahmi. Kegiatan berlangsung hangat sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat Indonesia di Shanghai dan sekitarnya. (ant)
Editor : Tina Mamangkey