RADARPAPUA - Situasi keamanan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menjadi perhatian setelah kepolisian menerima laporan dugaan aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyandera sejumlah perempuan.
Dalam peristiwa tersebut, seorang ibu disebut tewas ditembak, sementara anaknya diduga dibuang ke dalam jurang.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (18/8). Berdasarkan informasi yang diterima polisi, kelompok bersenjata tersebut berupaya membawa 10 perempuan ke dalam hutan.
Namun, salah satu dari mereka menolak sehingga diduga ditembak hingga meninggal dunia. Anak dari perempuan tersebut kemudian disebut dibuang ke jurang.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai dugaan penyanderaan tersebut. Menurut informasi awal, terdapat 11 orang yang menjadi sasaran kelompok bersenjata, tetapi dua di antaranya menolak dibawa ke dalam hutan.
”Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara 9 perempuan lainnya dibawa ke hutan,” kata Alredo pada Rabu (19/8).
Polisi menerima laporan mengenai sembilan perempuan yang diduga dibawa secara paksa ke dalam hutan. Mereka masing-masing Nemerina Wamanf (17), yang dilaporkan sedang hamil muda; Alin Mesawarol, pelajar kelas VI SD; Nopi Aim, pelajar kelas IV SD; Opinte Mesawaro, pelajar kelas III SD; Yotina Senawatme (18); Meria Nibilingame (15); Wena Katagame (18); Ilimin Onawame (18); dan Miante Nibilingame (13).
Sementara itu, korban yang disebut meninggal dunia diketahui bernama Neregingget Magai (48). Adapun anak korban yang diduga dilempar ke jurang bernama Inkolung Aim dan dilaporkan mengalami luka patah kaki.
”Untuk identitas korban meninggal dunia akibat ditembak Neregingget Magai (48) dan anak yang dilempar ke jurang Inkolung Aim, dengan kondisi luka patah kaki,” terang dia.
Menindaklanjuti laporan tersebut, kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, termasuk pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memperkuat pengamanan di wilayah Jila. Polres Mimika juga telah meminta tambahan kekuatan personel dari Brimob Polri untuk mendukung penanganan situasi.
Namun, kondisi geografis Distrik Jila menjadi salah satu kendala dalam pengerahan personel. Wilayah tersebut hanya dapat dijangkau melalui jalur udara sehingga pengiriman pasukan dalam jumlah besar membutuhkan dukungan transportasi udara.
”Kemungkinan kami akan mengirim personel menggunakan helikopter, 1 regu dari Batalyon B Brimob Mimika,” kata dia.
Polisi memperkirakan kelompok bersenjata yang diduga membawa sembilan perempuan tersebut berjumlah sekitar 15 orang.
Kelompok itu juga diduga merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penyerangan terhadap Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia di Jila pada 17 Agustus 2026.
Dalam penyerangan tersebut, seorang prajurit TNI gugur dan dua prajurit lainnya mengalami luka tembak. Polisi menduga aksi penyanderaan terhadap sembilan perempuan terjadi setelah kelompok tersebut melakukan penembakan terhadap pos keamanan.
”Kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah melakukan penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan,” tandasnya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey