Ratusan Warga Turun ke Jalan, Kapolda Papua Barat Daya Janji Usut Tuntas Kasus Penembakan di Maybrat

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:16 WIB
Ratusan warga Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, turun ke jalan pada Rabu (19/8). Dalam aksi unjuk rasa damai yang digelar sebagai bentuk protes sekaligus penyampaian aspirasi terkait insiden penembakan warga sipil. (Istimewa)
Ratusan warga Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, turun ke jalan pada Rabu (19/8). Dalam aksi unjuk rasa damai yang digelar sebagai bentuk protes sekaligus penyampaian aspirasi terkait insiden penembakan warga sipil. (Istimewa)

 

RADARPAPUA - Suasana di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, tetap terkendali setelah ratusan warga menggelar aksi penyampaian aspirasi terkait insiden penembakan warga sipil yang terjadi pada 13 Agustus 2026. 

Aksi damai tersebut berlangsung pada Rabu (19/8/2026) dan mendapat pengamanan dari aparat gabungan TNI-Polri.

Sekitar 250 warga mengikuti aksi yang dimulai dari kawasan Kumurkek. Massa kemudian bergerak menuju Pertigaan Aisyo sebelum melanjutkan long march hingga Kantor Bupati Maybrat sebagai lokasi akhir penyampaian aspirasi.

Meskipun melibatkan massa dalam jumlah besar, aksi berlangsung tertib dan aman. Pengamanan dilakukan secara ketat namun tetap humanis oleh personel Polres Maybrat, Polsek Aifat, serta anggota Yon B Satuan Brimob Polda Papua Barat Daya.

Sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda turut hadir untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan dengan aman dan bermartabat.

Aspirasi warga diterima langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie S. Latuheru, Danrem Brigjen TNI Slamet Riadi, serta Bupati Maybrat Karel Murafer. Mereka didampingi jajaran TNI-Polri, unsur Forkopimda, dan para pemuka masyarakat setempat.

Baca Juga: Kian Brutal! Tak Hanya Sandera 9 Perempuan, KKB Bunuh Seorang Ibu Lalu Buang Anaknya ke Jurang

Dalam aksi tersebut, warga meminta proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden penembakan yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dilakukan secara tegas dan transparan.

Massa juga meminta penyelesaian persoalan dilakukan berdasarkan ketentuan hukum dengan tetap menghormati nilai-nilai adat yang berlaku di masyarakat.

Gubernur Elisa Kambu mengapresiasi masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda yang mampu menjaga situasi tetap damai selama aksi berlangsung.

Pemerintah daerah, kata dia, menolak segala bentuk kekerasan dan berkomitmen memperjuangkan aspirasi yang telah disampaikan masyarakat.

"Kami meminta masyarakat memberikan ruang kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara profesional, sehingga fakta-fakta yang sebenarnya dapat ditemukan dan hasilnya disampaikan secara terbuka kepada seluruh masyarakat," ujar Gubernur Elisa di hadapan massa.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie S. Latuheru memastikan kepolisian akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Ia menegaskan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh tanpa menutup-nutupi fakta yang ditemukan.

Kapolda juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada tim penyidik untuk menjalankan seluruh tahapan penyelidikan, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti yang sah dan akurat.

"Kami akan mengusut tuntas peristiwa ini. Namun, kami meminta ruang kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi secara mendalam guna memperoleh hasil penyelidikan yang objektif. Kami berharap masyarakat Maybrat bersama-sama mendukung proses tersebut agar dapat berjalan dengan baik dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan," tegas Kapolda Audie.

Baca Juga: TNI Kejar Kelompok Penyandera 9 Warga Sipil di Jila

Kepolisian nantinya akan menyampaikan hasil penyelidikan kepada masyarakat setelah seluruh tahapan penanganan perkara selesai dilakukan dan fakta-fakta di lapangan berhasil dihimpun secara menyeluruh.

Aksi penyampaian aspirasi tersebut akhirnya berakhir dengan aman, tertib, dan lancar. Tidak terjadi insiden yang mengganggu jalannya kegiatan, sementara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Maybrat tetap kondusif. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
penembakan warga sipil Bupati Maybrat papua barat daya